Rabu, 30 Januari 2013

Mesjid Raya Al-Mashun, Medan



Mesjid Raya Al-Mashun merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi identitas kota Medan. Didirikan pada tanggal 21 Agustus 1906 oleh Sultan Mahmud Perdasa Alam. 
Mesjid Raya Al-Mashun Medan yang terletak di kelurahan Aur, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan kira-kira tiga km dari bandara Polonia, dan 28 km dari pelabuhan Belawan. Disebelah barat dibatasi dengan jalan Mahkamah, di sebelah utara dibatasi dengan jalan Mesjid, di sebelah selatan terdapat pemungkiman yang dibatasi oleh jalan Sipiso-piso, serta di sebelah timur dibatasi oleh jalan Sisingamaharaja.
Bangunan mesjid ini sangatlah unik karena sang arsitek, T.H van Erp merancang mesjid ini dengan corak campuran Maroko, Eropa, Melayu dan Timur Tengah. Disetiap sudut mesjid ini mengandung unsur seni yang sangat tinggi. Seluruh ornamentasi di dalam mesjid baik di dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan yang kaya dengan hiasan bunga dan tumbuh-tumbuhan membuat bangunan mesjid ini tanpa begitu sangat berharga dan bernilai tinggi.
Bila kita akan memasuki Mesjid Raya Al-Mashun harus melewati gapura. Gapura ini memilili dua buah ruangan yang terdapat di sisi kanan dan kiri. Ruangan ini sekarang difungsikan sebagai kantor pengurusan mesjid. Setelah kita melewati gapura, kita akan terkesima melihat bangunan induk dan di sisi timur terdapat bangunan tempat wudhu, dan sisi  utara dijumpai menara mesjid. Denah mesjid ini berbentuk persegi depalan (oktagonal). Ruangan-ruangan dalam bangunan induk terdiri dari serambi dan ruangan utama mesjid.
Di dalam ruangan utama mesjid yang digunakan sebagai tempat shalat, terdapat dua mimbar yakni mimbar satu yang terletak di sebelah barat laut dan mimbar yang kedua terletak disebelah timur. Mihrab, sebagai tempat imam shalat terletak di sebelah barat laut mesjid sebagai arah kiblat ini terbuat dari marmer berwarnah hijau dan krem. Menurut hasil wawancara sementara mihrab ini diimpor dari Eropa. Hiasan lainnya seperti jendela, tiang penyangga, dan mimbar merupakan bahan yang diimpor langsung di Eropa.
Pada masa lalu mesjid ini merupakan tempat shalat jumat satu-satunya di wilayah Kesultanan Deli. Pada tahun 1970 dilakukan pengecetan oleh Direktorat Jendral Pariwisata pada bagian luar dengan menyesuaian warna asli. Tahun 1991 dilaksanakan perbaikan yang meliputi perbaikan jalan, taman, perkarangan, halaman, dan pergantian bola-bola lampu yang rusak. Akan tetapi keseluruhan bangunan ini masih dijaga keaslian oleh pengurus mesjid yang mesih keturunan Kesultanan Deli.
Setiap harinya Mesjid Raya Al-Mashun ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Mesjid yang menjadi salah satu tempat objek wisata Kota Medan ini, sudah selayaknya kita ikut menjaga Bangunan Mesjid Al-Mashun. Agar peninggalan yang sangat bernilai ini dapat dinikmati oleh anak cucu kita kenal.


Tatapan Lensa :









Daftar Pustaka :
Anom, I.G.N., dkk. 1999. Masjid Kuno Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan dan
            Kebudayaan
Sumalyo, Yulianto. 2006. Arsitektur Mesjid dan Monumen Sejarah Muslim. Yogyakarta :
            Gadjah Mada University Press

Artikel ini juga bisa diliat di www.permatasumut.blogspot.com

Senin, 14 Januari 2013

Tips Persiapan Backpack Rokers

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,,
akhir-akhir ini banyak banget orang yang suka jalan-jalan ya?? Coretan kali ini, saya akan berbagi tips untuk para backpack yang akan membolang khususnya ke tempat dimana memerlukan waktu lebih 24 jam dan ditempat alam yang mesih alami (Contohnya hutan, gunung, pulau, de el el). Agar perjalanan aman dan nyaman, yuk trawang tulisan saya.

Untuk para backpack yang mesih pemula seperti saya, ada beberapa hal yang perlu kita cermati, diantaranya adalah :
  1. Doa Restu. Ini adalah hal utama yang saya ajukan karena tanpa doa restu orang tua, perjalanan kita menjadi kurang nyaman dan kita sulit menikmatinya. Para backpack insyallah mengerti soal ini. (pinterrrr...)
  2. Bawa Alquran dan Alat Sholat. Ada sebuah pertanyaan yang saya ajukan untuk para backpack. "Alam yang super indah ini milik Siapa?" So, pantas dong kita harus bersyukur pada Allah SWT.
  3. Snack (Makanan Ringan). Maksud makanan ringan di sini bukan hanya kerupuk ya, melainkan makanan pengganjal perut di dalam perjalanan. Sedikit cerita : awalnya saya sangat terobsesi untuk membawa snack disetiap perjalanan saya tetapi setelah saya amati ternyata obsesi ini juga dimiliki oleh para backpack lainnya. Akhirnya dengan berat hati obsesi saya berubah menjadi "ngabisin snack backpack lainnya" :D
  4. Obat-obatan. Weiitzz jangan salah faham dulu ya, maksud saya disini adalah obat-obatan untuk kesehatan. Karena yang mengerti kondisi dan keadaan badan kita adalah kita sendiri. Jadi jangan lupa dibawa obat-obatan yang sesuai.
  5. Pakaian yang nyaman.Yaah kalau dari awal kita sudah saltum alias salah kostum, perjalanan akan kurang nyaman. Masa sih mau hiking pakai high heels??. Oya, para muslimah khususnya rokers (pemakai rok sejati) gunakan rok yang nyaman dan lebar, memakai celana trainning panjang dan kaus kaki jangan lupa ya? ingat tetap jaga aurat walaupun di hutan (hati-hati banyak orang hutan jantan). ^_^v
  6. Kompas. Kompas ini sangat penting loh, bukan hanya untuk menunjuk arah tujuan perjananan saja tetapi juga untuk mencari arah kiblat ketika hendak sholat.
  7. Cari teman yang Klop. Paling tidak ini dapat berfungsi membantu kita ketika kita lagi dapat masalah diperjalanan serta dapat juga jadi Jurfot (juru foto) kita yang narsis.
  8. Yang terakhir jangan lupa bawa uang, jangan sampai kita jadi peminta-minta di jalanan loh...
Cukup sekian dan terima kasih. Mohon kritik dan saran atau yang ingin berbagi tips... tafaddol......
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh