Minggu, 21 Juni 2015

Eksotisme Simolap

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hari ini saya mempunyai sedikit semangat untuk menulis lagi, semoga kagak ada yang ganggu kosentasi sayah karena sebenarnya ini cerita sudah agak lama dan udah hampir lupa nih ceritanya, 17 Agustus 2014. Yaah bukannya ikutan upacara Bendera, kami malah melalak kagak jelas. Tetapi yang pasti merayakan kemerdekaan Repubrik Indonesia banyak caranya bukan hanya sekedar ikut upacara ya guys, tapi dengan menjaga, melindungi, dan memelihara alam Indonesia ini kamu juga sudah memberikan sumbangsih pada Negeri tercinta loh (menghibur diri).

Oke, awal mula.............
Pukul 07.00 WIB saya sudah stand by tunggu di Tugu Binjai tapi apa mau dikata, kebiasaan orang Indonesia TELAT sampai akhirnya Ayu dan Bang Fery sampai duluan. Karena sudah tidak sabar nunggu rombongan lainnya (anak-anak Medan Adventure Community) kami bertiga memutuskan berangkat duluan, ya pelan-pelanlah sambil menunggu tersusul oleh rombongan MAC. 

Sambil menunggu mereka nih, pembicaannya saya alihkan ke profil SIMOLAP yak. Berdasarkan laman Klik disini, Wisata Alam Simolap Marike adalah nama yang ditetapkan untuk memperjelas sebutan pada batas kawasan pengembangan Desa Model Konservasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Dimana letak kawasan wisata alam Simolap tersebut berada di Dusun I Kinangkong Kelurahan Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Secara geografis berada pada N 03º24’58.8” dan E 098 º12’46.2”. Aksesibilitas menuju Marike dapat ditempuh dari Medan dengan angkutan umum regular di terminal Pinang Baris atau kendaraan pribadi menuju Marike. Berjarak sekitar 47 km dari kota Binjai dan 75 km dari kota Medan. Desa Kuta Gajah sebagai desa pengembangan wisata alam Simolap secara posisi terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu. Wilayah pengembangan utama terletak di dusun Kinangkong, diantara sungai Wampu dan Murak.
 ***
Sekitar pukul 10.30 akhirnya kami tersusul oleh rombongan MAC. Perjalanan pun kami lanjutkan kembali. inti dalam perjalannan ini capek dan lumayan menguras tenaga karena kondisi jalan yang berlumpur di Dusun I Kinangkong membuat kami yang mengendarai sepeda motor ada yang bolak-balik terjatuh. Sampai di  Desa Kuta Gajah kita kudu parkirin sepeda motor di sini karena mulai pada lokasi ini trecking kita dimulai. Pertama kali yang kita lihat di sini adalah Sumber Air Panas Sei Murak. Oya, kita diharuskan menyewa pemandu atau guide untuk trekking, itu sudah diterapkan oleh pemerintah daerah atau para pengurus Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) guna keselamatan dan kenyamanan para pengunjung. Adapun biaya masuk untuk trekking Rp 5.000/orang dan biaya menyewa pemandu sebesar Rp 20.000/orang.

Sebelum memulai trekking kami pun mengisi perut dulu karena waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 12.00 WIB, lalu dilanjutkan sholat dzuhur berjama'ah.

Selanjutnya kami pun mulai trekking, pemandu menginstruksikan kepada kami agar hanya membawa barang-barang yang dibutuhkan, dan logistik yang cukup. Pemandu kami sedikit heran melihat saya dan Ayu memakai rok karena kata dia sih ntar agak sulit untuk bergerak gitu... Yaah kalau saya mah sesulit apapun insyaAllaah bisa ditaklukkan deh, selama kami masih menjaga adab. Pokoknya Rokers tetaplah Rokers Bro!!! Bismillah perjalanan pun dimulai.....

Sekitar 1-2 jam menelusuri hutan dan sungai akhirnya kami sampai di pintu Gua Terang, kereeen bgt loh. Di sinilah mulai pada narsisnya foto-foto selfi, sekaligus menikmati ukiran-ukiran alam di dalam Gua, stalaktit dan stalakmit.
Sebenarnya perjalanan kami hanya sampai di gua doang karena waktu yang tidak memadai setelah menelusuri gua kami pun kembali, gak asik kan?? Tapi tenang deh, untuk para pembaca setia blog saya (cieeee...) saya akan bagi info tentang perjalanan selanjutnya sampai kita berjumpa air terjun  yang sangat kece.
Berdasarkan pada cerita di laman tetangga Klik disini perjalanan dilanjutkan dengan trekking yang cukup melelahkan karena banyak batu-batu besar dan licin sehingga harus hati-hati, sampailah mereka di Air Terjun Sampuran Ganjang, yang katanya keren dan terdiri dari beberapa tingkat. Waaaah saya jadi pengen ke sana lagi...(=,=)
***
Kembali keperjalanan saya, kami sampai di beskem sekitar pukul 16.00 WIB dan hujan mulai turun, coba bayangkan jalanan berlumpur seperti apa yang akan kamilalui untuk pulang... Fuuiiihhh..... Singkat cerita setelah melewati segala macam halangan dan rintangan kami sampai di Kota Binjai sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan perut yang keroncongan. Dan diputuskan untuk makan malam dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing. Ya tentunya makan di Pajak Kaget (Kalau mau tahu apa itu pajak kaget silahkan klik disini)

Alhamdulillah,Cukup sekian dan Terima GAJI Kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Galeri Foto:
 Inilah aliran sungai yang mesti dilewati (diperankan oleh model (*u*)

Silaunya Cahaya

Penampakan di dalam Gua

Oya foto-fotonya segini dulu ya, ntar deh saya aplod yg banyak.



Senin, 08 Juni 2015

Resep Waffel

 

Bahan Waffle :

  1. 1 3/4 gr Tepung terigu
  2.  1 sdm Baking Powder 
  3. 1/4 sdt Garam 
  4. 2 butir Kuning telur 
  5. 1 3/4 cangkir susu 
  6. 1/2 cangkir minyak goreng 
  7. 2 putih telur 

Cara Membuat Waffle :

  1. Aduk tepung, bersama dengan  baking powder, dan garam di dalam mangkuk. Buatlah lubang di tengah campuran tepung tadi.  
  2. Kocok kuning telur ke dalam mangkuk yang lain, kemudian masukkan susu dan minyak.  
  3. Masukkan campuran kuning telur sekaligus ke dalam campuran tepung tadi. Aduk sampai adonan basah dan kental. 
  4. Bagian penting selanjutnya, kocok putih telur kedalam mangkuk lainnya sampai menjadi kaku dan lembut.
  5. Campur putih telur dengan adonan campuran tepung dan kuning telur, tapi ingat jangan overmix.
  6. Tuang sekitar satu cangkir adonan ke cetakan waffle, tunggu sampai matang, angkat sajikan dengan menggunakan Mapple syrup, Madu, Es Cream atau buah menurut selera anda.

Tips Membuat Waffle : 

  1. Di sajikan hangat lebih nikmat.
  2. Nikmatilah Waffle dengan segelas kopi panas atau Ice Cream lezat

Resep Tavuk Sis

Hai assalamu'alaykum wr. wb. alhamdulillah kemarin (jumat, 1 Mei 2015) saya dan teman-teman latbar masak Tavuk Sis, masakan Turki tapi kalau di Indonesia bisa kita sebut Sate. Oke deh, saya bagi resepnya nih

Bahan:
1/2 kg ayam (pilih bagian dadanya agar dpt byk dagingnya)
lada hitam secukupnya
lada putih secukupnya (beli yg sasetan ajah)
garam
bawang putih

Cara Memasak:
1. Haluskan lada hitam (jgn terlalu halus).
2. Haluskan bawang putih kemudian campurkan pada lada hitam yang sudah dihaluskan tadi.
3. Potong-potong ayam berbentuk dadu.
4. Campurkan potongan ayam tadi dengan bumbu yang sudah dihaluskan tadi, beri lada putih dan garam secukupnya. Diamkan selama 15 menit agar bumbunya meresap.
5. Kemudian, tusuk potongan daging itu pada tusukan bambu.
6 Olesin daging dengan minyak zaitun sebelum dipanggang dan Panggang hingga berwarna kecoklatan.

Hidangkan Tavus Sis dengan garnish sesuai selera. Selamat Mencoba.



Rabu, 03 Juni 2015

Serba- Serbi Kota Binjai


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh......


Apa kabar nih para pembaca setia? udah lama ya saya kagak cuap-cuap diblog dan sekarang saya mau berbagi cerita tentang kota kelahiran saya nih, yaitu Binjai. Sejarah tentang berdirinya kota Binjai ini masih sedikit yang membahas. Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan kata Binjai itu merupakan kata yang berasal dari bahasa karo, kata "ben" dan "i-jéi" yang artinya "bermalam di sini". Pengertian ini dipercaya oleh masyarakat asli kota Binjai, khususnya etnis Karo merupakan cikal-bakal kota Binjai pada masa kini. Hal ini berdasarkan fakta sejarah, bahwa pada masa dahulu kala, kota Binjai merupakan perkampungan yang berada di jalur yang digunakan oleh "Perlanja Sira" yang dalam istilah Karo merupakan pedagang yang membawa barang dagangan dari dataran tinggi Karo dan menukarnya (barter) dengan pedagang garam di daerah pesisir Langkat. Perjalanan yang ditempuh Perlanja Sira ini hanya dengan berjalan kaki menembus hutan belantara menyusuri jalur tepi sungai dari dataran tinggi Karo ke pesisir Langkat dan tidak dapat ditempuh dalam waktu satu atau dua hari, sehingga selalu bermalam di tempat yang sama, begitu juga sebaliknya, kembali dari dataran rendah Karo yaitu pesisir Langkat, Para perlanja sira ini kembali bermalam di tempat yang sama pula, selanjutnya seiring waktu menjadi sebuah perkampungan yang mereka namai dengan "Kuta Benjéi". [Sumber Wikipedia Kota Binjai]

Ada juga cerita bahwa nama Binjai  berasal dari...............
Pada tahun 1823 Gubernur Inggris yang berkedudukan di Pulau Penang telah mengutus Jhon Anderson untuk pergi ke pesisir Sumatera Timur dan dari catatannya disebutkan sebuah Kampung yang bernama Ba Bingai (Menurut buku Mission to The Eastcoast Sumatera – Edinburg 1826). Sebenarnya sejak tahun 1822, Binjai telah dijadikan bandar/pelabuhan dimana hasil pertanian lada yang diekspor adalah dari perkebunan lada di sekitar Ketapangai (Pungai).
Upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon “BINJAI“ yang rindang dan batangnya amat besar, tumbuh kokoh di pinggir Sungai Bingai yang bermuara ke Sungai yang dahulunya cukup besar dan dapat melayari sampan – sampan besar yang berkayuh. Disekitar pohon Binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama kelamaan menjadi besar dan luas yang akhirnya berkembang menjadi “ BANDAR “ atau pelabuhan yang ramai didatangi tongkang – tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura dan juga dari Semenanjung Malaka, kemudian nama Pohon Binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi nama Kota Binjai yaitu sebangsa pohon embacang.

Pada masa penjajahan Belanda Tahun 1864 Daerah Deli telah dicoba ditanami tembakau oleh pioner Belanda bernama J.Nienkyis dan 1866 didirikan Deli Maatschappiy. Usaha untuk menguasai Tanah Deli oleh orang Belanda tidak terkecuali dengan menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan datuk-datuk. Usaha ini diketahui oleh Datuk Kocik , Datuk Jalil dan Suling Barat yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda bahkan melakukan perlawanan. Dibawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyat di Timbang Langkat (Binjai) dibuat Benteng pertahanan untuk menghadapi Belanda. Dengan tindakan datuk Sunggal ini Belanda merasa terhina dan memerintahkan Kapten Koops untuk menumpas para Datuk yang menentang Belanda. Dan pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran yang sengit antara Datuk/Masyarakat dengan Belanda.Peristiwa perlawanan inilah yang menjadi tonggak sejarah dan ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Binjai.

Terlepas pada sejarah kota Binjai, sekarang saya memberi gambaran tentang kota ini bedasarkan ikon yang terdapat dapa kota Binjai ini. Paling tidak, ada tiga kata yang mewakili Binjai. Rambutan - Tugu - Pasar Kaget. Saya akan menjelasanya satu per satu. Oke...?? siap-siap ya,,, pasang sabuk pengaman. hehehe

1. Rambutan
Masih adakah yang belum pernah dengar buah rambutan? Wah kalau ada, kelewatan bingitz deh kamu....
Buah rambutan itu adalah buah yang terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (Endokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepasRasanya yang manis dapat membuat kamu yang memakannya ketaguhan loh. Buah rambutan ini musiman, berbuah sekitar bualan november-januari. Sekarang ini buah rambutan sudah dimanfaatkan menjadi berbagai produk oleh-oleh khas Binjai. Diantaranya menjadi sirup, bolu gulung, selai, kripik dan lainnya.

2. Tugu Perjuangan 1945

Tugu Perjuangan 1945 merupakan salah satu ikon yang menjadi lambang pintu gerbang Kota Binjai menyambut kedatangan pengunjung dari luar kota. Tugu ini dibangun kira-kira pada tahun 1974. Detail tentang tugu ini saya kurang tahu karena keterbatasan informasi dan sumber tapi secara umum orang-orang Binjai mengenal tugu ini sebagai tempat penilangan kendaraan oleh Bapak-bapak polisi yang terhormat.

 3. Pajak (Pasar) Kaget
Hayo siapa yang belum pernah datang ke tempat ini? Pasar atau pajak (sebutan org SUMUT) merupakan tempat kuliner terlengkap. Segala macam makanan dijual disini. Pajak Kaget ini mulai buka dari jam 17.30 sampai tengah malam pun mesih buka. Setiap hari selalu ramai apalagi ketika weekend. Harga makanan disini pun sangat terjangkau. Dulu Abah dan Emak saya sering ajak makan disini , bg cecep dan bg mitra pun ikut, sekarang kami sudah gede2 malah jarang kumpul bareng. Oya kesukaan saya disini sih makan sate maduranya, kebetulan Bg Mitra pun kenal sama yang jualan. Terbaiikkk!!!

Tunggu apalagi? ayo segera icip-icip makanannya....


Galeri Foto Kota Binjai:

Balai Kota Binjai Tempo Dulu

 Balai Kota Binjai Sekarang


Masjid Agung Tempo Dulu  
foto tahun 1890-1894
 
Foto Masjid Agung yang Sekarang.





Rumah Sakit Bangkatan Tempo Dulu

Liat Perbedaannya walaupun terdapat pemugaran bangunan rumkit ini tetapi bentuk asli bangunan tersebut mesih dipertahankan...........




 Salah satu sudut di Rumah Sakit Bangkatan Kota Binjai. Tampak bangunan dulu yang masih terjaga keasliannya




Stasiun Kereta Api BINJAI Tahun 1930.

 Stasiun KA Binjai Sekarang, belum banyak yang berubah.



Hm..... saya rasa cukup sekian cuap-cuapnya ttg Kota Binjai, jika mesih penasaran silahkan saja datang... yoo ayooo...... 


Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Senin, 01 Juni 2015

My Life, My Adventure... Thanks Allaah SWT

Suatu hari saya mendapatkan sebuah pertanyaan serius berkaitan dengan aktivitas travelling (khususnya hiking). Kakak itu bertanya pada saya," Dek, apa yang kamu dapatkan dengan aktivitasmu ini, manfaat apa yang bisa diambil?"

Jujur pada saat itu saya bingung mau jawab apa. Mengapa? Untuk apa?

 ***
Pada saat saya nanjak Gunung Sibuatan (21-22 Feb 2015) dalam perjalanan saya bertanya pada teman perjalanan saya,"Untuk apa sih hobby banget nanjak gunung, kan capek trus dapet manfaat apa coba?

Dari berbagai jawaban yang saya dapatkan dari mereka saya simpulkan adalah "Yah itulah kesenangan mereka, hobby mereka." Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah,"Salahkah kesenangan itu? hobby itu?"

***

Back to me, dalam pendakian banyak hal yang saya dapatkan, saya syukuri...
Ketika nafas mulai berat dan terengah-engah
Ketika langkah mulai goyah
Ketika tubuh terasa lelah

Semua kenikmatan itu mulai hadir
Nikmat bernafas dengan bebas
Nikmat melangkah dengan mantap
Nikmat tubuh sehat dan bugar

Hadirlah rasa syukur itu, yang akan selalu terulang.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(Arrahman)

Seharusnya kita sadar bahwa segala nikmat yang Allaah berikan ini bisa kapan dan dimana saja dicabutnya tapi mengapa kita tidak sadar dan bahkan lalai terhadapnya?. tidak semua orang dapat berhasil menggapai puncaknya, ada yang terlalu lelah dan alasan lainnya sehingga ia terhenti bahkan yang sudah sampai kepuncak tetap mendapatkan bahaya. Pendakian bukanlah soal mencapai puncak saja tetapi kebersamaan dalam perjalanan merupakan point utama bagi saya. Ya mungkin saja kita berhasil sampai puncak tapi kadang kita lupa kepada siapa kita harus bersyukur.

Padahal kita tahu dengan pasti bekal apa yang dapat menyelamatkan kita diakhirat nanti. Bekal itu bukanlah air yang cukup dan makanan yang memadai seperti kamu dalam pendakian tetapi bekal itu adalah amal baik apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapNya dihari akhir nanti.

Oke, saya hanya mau bilang:
"Cintailah alam ini sesukamu tapi janganlah engkau lupa akan penciptanya"


Galeri beberapa foto-foto saya:
(Kawah Putih Tinggi Raja 2013)

 (Pulau Behala 2012)

(Gunung Sibuatan Februari 2015)

(Pusuk Buhit Mei 2015)

 (Gunung Sibayak 2013)

 (Nanam Pohon Mangrove 2015)


SEKIAN & TERIMA KASIH



Minggu, 22 Maret 2015

SIHIR PULAU BERHALA (Revisi End)

(ceritanya tulisan ini masuk majalah)
Nekad dan Tekad, itulah sebuah kata tepat dilekatkan untuk mengawali petualangan saya ini. Tak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya akan menyinggahi sebuah pulau terluar yang terletak di selat Malaka, Pulau Berhala. Awalnya hanya sebuah impian iseng yang kemudian terwujud dengan lantang. Dengan Bismillah, saya memulai segalanya.

Perjalanan ini sebenarnya adalah upaya untuk menghibur diri yang mulai terintimidasi oleh tugas akhir kuliah (skripsi) sehingga saya memutuskan untuk ikut jelajah Pulau Berhala dengan travel tour. Biaya yang dikenakan bekisar Rp. 400.000,- (tahun 2012) dengan paket wisata 2 hari satu malam dan fasilitas yang kita dapatkan antara lain transportasi pergi-pulang, asuransi, makan selama dipulau, perizinan, snorking, keliling pulau dengan perahu karet dan sebagainya. 

Jumat, 5 Oktober 2012 pukul 20.05 WIB setelah sholat isya saya beranjak dari Asrama Putri USU menuju tempat berkumpulnya para petualang yang hendak ke Pulau Berhala. Ketika sampai ditempat saya langsung disambut hangat oleh ranger (pemandu) dengan jabatan hangat. Upz tapi tunggu dulu, saya juga menyambutnya hanya dengan senyuman dan mengtangkup kedua tangan saya (bukan mahram Brother!). Dan karena saya adalah solo traveller, mau tidak mau saya lah yang memulai mencari teman cerita perjalanan dan Alhamdullillah semuanya pada welcome terhadap saya 

Pukul 22.00 WIB mobil kami pun mulai melaju, dengan mata yang terlelap gamang, akhirnya tengah malam kami sampai di kampung nelayan. Begitu sampai di tempat, sembari menunggu kapal yang disewa dan komsumsi  untuk menyebrang ke Pulau Berhala saya mencoba berkenalan dengan pelancong lainnya. Setelah semua persiapan selesai, satu persatu kami masuk ke kapal nelayan dan akhirnya kami pun duduk seperti susunan ikan dikapal, tanpa celah. Pukul 01.00 dini hari kapal pun melau melajukan dirinya menuju tujuan, dengan langit yang menjadi atap, dihiasikan rembulan dan bebintang membuat saya merasa takjub akan keindahan alam yang Alloh ciptakan ini, MasyaAlloh. Lama perjalanan di kapal nelayan ini dapat menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam kita terombang-ambing di tengah lautan.

Ternyata sudah masuk waktu sholat subuh pun kami belum sampai di pulau sehingga saya memutuskan sholat di kapal dengan wudhu dengan air laut (asiiiin banget). Menikmati sunrise di tengah laut membuat saya tidak bias henti-hentinya bersyukur kepada Alloh atas keindahan alam ini.
Sabtu, 6 Oktober 2012 pukul 07.00 WIB kami pun sampai di Pulau Berhala, langsung saja kami menuju mess, mess laki-laki dan perempuan tentunya dipisah. Setelah berberes-beres, kaki saya sudah tidak sabar untuk menjelajahi pulau ini dan tentunya para ranger sudah siap memandu kami untuk menjelajahinya. Oya, di pulau ini tidak terdapat penduduk (warga) yang menetap, yang ada hanya petugas KAMLA (Keamanan Laut) dari TNI-AL dan petugas Navigasi dari Departemen Perhubungan dan mess yang kami tempati juga milik mereka.
Dihari pertama ini, jadwal jelajah kami hanya jungle tracking (mercusuar, makam tua, dan keliling pulau). Untuk menuju mercusuar kami harus menaiki sekitar 800 anak tangga. Walaupun melelahkan tetapi diatas mercusuar kamu dapat melihat dengan utuh Pulau Berhala. Keliling hujan dipulau ini sangat menyenangkan, walaupun kami agak tersasar dan ada kejadian beberapa orang terpisah dari rombongan. Di makam tua kmi semua diberitahu oleh ranger agar selama dipulau harus menjaga sikap, tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan mereka juga member tahu legenda pulau ini sehingga disebut Pulau Berhala. Katanya sih  nih pulau dizaman dulu digunakan sebagai tempat para orang sakti melayu untuk bertarung guna mendapatkan siapa yang paling kuat, jika selama bertarung ada yang meninggal maka jasadnya akan dibiarkan saja di pulau ini. Wallahua’lam.

Malam harinya adalah waktunya untuk baberque, dan membuat api unggun. Menjelang tengah malam kami bersiap-siap ingin mengintip penyu yang bertelur, jika beruntung kita dapat melihatnya.
Dihari terakhir, kami diajak para ranger untuk keliling pulau dengan perahu karet. Waah pengalaman yang sangat mengasikkan. Setelah puas keliling, ada yang melanjutkannya dengan snorking, diving dan ada yang sekedar berenang ditepi pantai. Cukup menyenangkan perjalanan saya ini, dan merilekskan kembali pikiran seolah-oleh terkena sihir pulau ini.
Ahad, 7 Oktober 2012 pukul 15.00 WIB kami pun pulang.

Atas segala nikmat yang Alloh berikan ini, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman)

Data Singkat Pulau Berhala

Di Kabupaten Serdang Bedagai terdapat Pulau Berhala yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Bagan Kuala.


SECARA GEOGRAFIS
  • Luas  Pulau Induk : + 44,75 Ha
  • Luas Pulau Sokong Nenek: + 0,5 Ha
  • Luas Pulau Sokong Siembang: + 1,5 Ha  
  • Terletak Diposisi : 030 46’ 38” Lintang Utara dan 990 30’ 03” Bujur Timur
  • Panjang Garis Pantai: + 700 m
  • Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara di sebelah Barat dan Semenanjung Malaysia di sebelah Timur
#fotonya menyusul#

Rabu, 04 Maret 2015

Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n

Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n 
Part 4 


 BACA CERITA SEBELUMNYA Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n Part Three

Suatu hari ada seorang pemuda yang ingin menyempurnakan agamanya (menikah) maka ia segera mengutarakan kepada seorang abang dekat yang sering disapa Murobbi.

"Bang, saya berkeinginan untuk menikah"
Dan dijawab oleh sang murobbi tanpa bertele-tele,"Segera antum persiapkan data proposal, foto dkk (gak tau apa aja yg nulis belum pernah).
"Ya bg, segera saya persiapkan.

Sejenak ia termenung, ia merasakan kembali gejora menjadi mahasiswa tingkat akhir kembali setelah mendengar kata 'proposal'. Terbayang dalam pikirannya ia bahwa kemudian ia akan bimbingan, melakukan penelitian, seminar, sidang. "Huuuh... Apakah aku sanggup?"Keluhnya dalam hati.

Yap coba anda bayangkan saja, ia tidak bisa sembarangan untuk menuliskan proposal tersebut, harus benar-benar benar. Proposal tersebut adalah gerbang awal untuk sebuah kepastian klo ia mesih ragu lebih baik konsultasi dulu kepada yang sudah berpengalaman. Tetapi klo ia sudah mantap maka segerakanlah diajukan. Setelah mengajukan proposal tahap berikutnya ia akan dibimbing oleh dlm hal ini MRnya untuk mempejelas isi proposalnya, penelitiannya adalah ta'arufnya. Khithbah adalah seminarnya. Dalam seminar ia akan digodok kembali, bukan hanya murobbinya tetapi ada juga murabbi dr si yg ditelitinya (dosen menguji, dkk). Jikalau dirasa sudah mantap ia kembali akan melaksanakan bimbingan skripsi untuk proses kelanjutannya yaitu sidang. Dalam sidang ia harus benar2 sudah mantap tidak ada lagi kata mundur. Bismillah, niatkan semuanya pada Alloh, insyaalloh ikhtiarnya tidak akan sia-sia. Dan sidangnya adalah ijab kabulnya... Hasil sidang itu akan ia bawa sampai akhir hayat dan akan ia pertanggungjawabkan dihadapan Alloh.

Tiba-tiba...
"Hei Sho..!!!"
"Yaa ngg..nggg... (Dengan wajah linglung)
"Kamu dengar apa yang ibu ucapkan kan?"
"Oh ya bu, insyaalloh saya sudah mantap"
"Mantap??" Giliran dosen pembimbingnya yang bingung.
"Ooh maaf maaf bu, sampai mana tadi ya bu?" Tersadar dar lamunannya.
"Hmm kayanya kamu butuh istirtahat sho, pulanglah. Sudah ibu kasih tanda dan penjelasan diskripsi kamu nih, kamu pelajari saja dulu. Jika ada yang kurang mengerti tanyakan kpd saya."
"Ya bu" tertunduk malu...

*ternyata yang tadi itu hanya lamunan, ia memang masih mahasiswa tingkat akhir.