Minggu, 20 Oktober 2013

Tempat Wisata Kota Medan (Trip)


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.... Hai Para Pelalak dan Rokers Sejati
 "Dengan sebuah pertanyaan yang selalu mengiringi langkah"
Hidup harus punya tujuan, agar tidak tersesat. Nah, jalan-jalan juga harus memiliki tujuan yang jelas agar tidak disebut nyasar". Jadi sekarang ayo jawab pertanyaan di atas," Jadi, Kapan kita kemana?"

Oke, melalak saya kali ini adalah melalak yang murah meriah.Saya sebut murah meriah karena dengan dana minimal mendapatkan hiburan yang maksimal. Liburan yang sangat cocok untuk warga Binjai dan sekitarnya (khususnya saya). 
Ya apa itu?? Hmmm,, coba dendangkan lagu ini dulu ya... yang sudah hapal ancungkan tangan!!!

Naik kereta api ... tut ... tut ... tut 
Siapa hendak turut 
Ke Bandung ... Surabaya 
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik 
Keretaku tak berhenti lama

Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut 
K'retaku sudah penat 
Karena beban terlalu berat 
Di sinilah ada stasiun 
Penumpang semua turun

dan jawabannya adalah....Eng...Ing...Enggg.... NAIK KERETA API....!!! (Give me Applaus) 
Tarif KA dari Binjai - Medan dan sebaliknya relatif murah, hanya dengan Rp 10.000,- kamu udah pergi dan pulang kembali.
Waktu yang dibutuhkan 30-45 menit untuk distasiun Medan, cukup cepat dan gak ada kata macet loh. Dalam perjalanan kamu bisa lihat pemandangan dijalan atau ngobrol sama temen atau juga baca buku agar gak bosen. Contohnya:
 












Kami (Nazwa, Nurul dan Deby) berangkat dari stasiun Binjai pukul 7.15 dan sampai pada pukul 7.45. Sesampai di stasiun Medan ternyata kami disambit eeeh disambut dengan keramaian orang yang sedang ikut jalan santai dan ada juga yang sedang gowes dengan sepeda, hadir juga komunitas sepeda ontel dan komunitas fotografer Medan, pokoknya rame banget deh.
Perjalanan dilanjutkan ke daerah bangunan lama medan daerah Kesawan. Jaraknya sekitar 200m dari stasiun, cukup dengan jalan kaki sekalian olah raga kita samapai di jalan kesawan. Sedikit info, jalan Kesawan merupakan tempat dimana berjejer bangunan-bangunan lama peninggalan kolonial Belanda.
Beberapa bangunan bersejarah yang pernah/masih eksis di daerah ini:
  • Kantor Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij
  • Gedung South East Asia Bank
  • Gedung PT London Sumatera Tbk
  • Gedung Bank Modern (dulunya kantor perwakilan Stork)
  • Rumah Tjong A Fie (Harga tiket masuk Rp 35.000,-)
  • Gedung Jakarta Lloyd (dulunya kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company dan sempat menjadi kantor Rotterdam's Lloyd)
  • Gedung PT. London Sumatera (dulu kantor Harrison & Crossfield)
  • Cafe Tip Top (masih beroperasi hingga kini dari zaman kolonial)
  • dan banyak lainnya.
Cek foto-foto yukkk:
London Sumatera

Rumah Tjong A Fie

Kesawan Tempo DoeLoe
Kalau mau tau Kesawan sekarang, datang aja ke sini...

Sudah agak puas ngelihat daerah Kesawan yang menurut saya, kurang perawatan sebagai bangunan lama akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke Masjid Raya Al-Mashun plus Istana Maimoon. Perjalanan dapat ditempuh dengan angkutan umum, yang biasa disebut "Mr.X"dengan tarif ongkos Rp 3000/orang tapi berhubung susah mendapatkan angkot tersebut maka kamipun naik Bentor (Becak Bermotor) Rp 10.000,-

Welcome

Main di Masjid Raya nya gak bisa lama-lama karena di dalam masjid ada cara jadi sungkan deh. Untuk mengenal Masjid Raya lebih lanjut dapat dilihat pada tulisan saya di Mesjid Raya Al-Mashun Medan Oke kita lanjut ke ISTANA MAIMUN
 
Sedikit cerita tentang Istana ini
Istana Maimun adalah istana kebesaran Kesultanan Deli dengan warna kuningnya (kuning merupakan warna kerajaan Melayu) dan khas gaya seni bina Melayu di pesisir timur. Ia merupakan salah satu mercu tanda yang terkenal di Medan, ibu kota Sumatera Utara, Indonesia.
Istana ini sebenarnya dirancang oleh seorang arkitek Itali dan disiapkan pada tahun 1888 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Ia mempunyai keluasan 2,772 meter persegi, dan mempunyai 30 bilik. Binaan Istana Maimun menarik minat ramai pelancong kerana ia mempunyai binaan yang dipengaruhi pelbagai kebudayaan, dari kebudayaan Melayu, Islam, Sepanyol, India, dan Itali.
Ketika ini istana tersebut masih didiami oleh keluarga–keluarga sultan. Ruangan pertemuan, foto–foto keluarga kerajaan Deli, perabot rumah tangga Belanda kuno dan pelbagai senjata, terbuka bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Di istana ini pula terdapat Meriam Puntung yang merupakan peninggalan sejarah daripada kerajaan Deli.
Satu blok dari istana Maimun kearah timur, berdiri Mesjid Raya dengan arkitek yang menawan merupakan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan dan sangat mengagumkan. Istana Maimun

Setelah dirasa cukup puas, dan pengunjung semakin ramai pukul 10.00 WIB kami beranjak untuk pulan, eeiittt tapi mampir dulu ke Pajak Ikan (Pasar Ikan), bukan untuk beli ikan tetapi pajak/pasar ikan itu merupakan tempat jual-beli pakaian atau bakal pakaian di kota Medan, tempatnya dekat stasiun KA Medan.
hmmm,, dah capek, yuk kita istirahat dulu sambil cari-cari buku. 


Nama tempatnya adalah "Titi Gantung". Disini menjual segala jenis buku, buku bekas, baru, novel, buku sekolah de el el. Letak tempatnya pas di depan stasiun KA. Jadi sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta api yang menuju ke Binjai, kita dapat lihat-lihat dulu nih, kalau lapar, kita juga bisa mengganjal perut dengan makanan yang dijajakan di situ...

 




Pukul 12.30, selesai beli tiket, kita sholat dzuhur. Kereta datang pukul 13.00, Terakhir siapkan radar untuk pulang..... :D

Cukup sekian dan Terima Kasih
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh






8 komentar:

  1. wah fotonya kalau gak kecil... hadap belakang... tapi keren2.... kalau bisa infonya di tambah neng... ada beberapa temapt yang dijelasin tapi gak ada fotonya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. siip, banyak bgt fotonya ntar dibilang naris, serba salah... tapi ntar tak masukin lg foto2nya.

      Hapus
  2. Fotonya bagus2. Jadi pengen kesana juga. ira

    BalasHapus
  3. Mari Mbak,,, di SUMUT sebenarnya banyak banget tempat wisata, cuma belum tereksplor aja... :D

    BalasHapus
  4. izin copy foto yang "jadi kapan kita kemana" ya teh :D

    BalasHapus