Rabu, 07 Mei 2014

Ber 3 Aja [Part III]


Mereka sudah selangkah lebih maju dari saya. Deffi wisuda bulan september 2013 dan sekarang sudah mulai kuliah pascasarjana di Universitas Islam Negeri Jakarta. Halimah, wisuda bulan februari 2014 dan insyaallah tanggal 17 Mei 2014 nanti ia akan memulai perjalanan barunya dengan seseorang yang tertulis sebagai jodohnya, aamiin.
Dan Saya (Nazwa), wisuda bulan juni 2014 (insyaallah). Mungkin saya yang paling telat wisuda tapi untuk kedepannya saya sudah punya planing yang mantap. Yah untuk sekarang ini yg ada dipikiran saya adalah membahagiakan orang tua. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bahagia dan sukses, seperti itulah keinginan orang tua saya dan saya sendiri. Alhamdulillah bulan april kemarin saya ikut tes PKH (Program Keluarga Harapan) dari Kementerian Sosial, walaupun belum berhasil tetapi itu merupakan pengalaman pertama saya loh. Semoga langkah saya selanjutnya akan berbuahkan hasil yang indah, aamiin ya rabbal’alamin....  *menunggu pengumuman PT. Paragon Technology and Innovation
Mengikuti jejak Deffi atau Halimah (?) ataukah keduanya..... wallahua'lam bish-showab

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. ” [QS. Ar-Ra'd : 11]


Kartu Walimatul ‘Ursy Halimah Rangkuti

 Deffi dengan aktivitasnya sebagai Mahasiswi Pascasarjana UIN Jakarta



Nazwa, Thinking....
 

Rabu, 26 Februari 2014

Kancil dan Kura-Kura

Flash Back pada cerita yang sudah sering kira dengar, sebelum menuliskan cerita versi saya sendiri.

Di sebuah hutan kecil di pinggir desa ada seekor kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan – hewan lain yang lebih lemah. Hewan – hewan lain seperti kura – kura, siput, semut dan hewan – hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kelinci yang sombong itu.
Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.
Kelinci : “Hei, kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong…..lari begitu, biar cepat sampai.”
Kura-kura : “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka.”
Kelinci : “Hei kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan beri hadiah apapun yang kau minta.”
Padahal di dalam hati kelinci berkata.
Kelinci : “Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku.”
Kura-kura : “Wah, kelinci mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini.”
Kelinci : “Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi pak serigala untuk menjadi wasitnya.”
Kura-kura hanya bisa diam melongo. Di dalam hatinya berkata.
Kura-kura : “Mana mungkin aku bisa mengalahkan kelinci ?”
Keesokan harinya si kelinci menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura – kura datang pak serigala berkata.
Pak serigala : “Peraturannya begini, kalian mulai dari pohon garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak ?”
Kelinci : “Bisa….”
Kura-kura : “Bisa….”
Pak serigala : “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang.” Oke,……satu……dua……tiga……mulai !”
Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya.
Kelinci : “Ayo kura-kura, lari dong !” Baiklah aku tunggu disini ya….”
Kelinci duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga membuat kelinci mengantuk dan tak lama kemudian kelinci pun tertidur.
Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. Dengan diam-diam dia melewati kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai garis finish. Ketika itulah kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia melihat kura-kura sudah hampir mencapai finish sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan pak serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah kura-kura. Si kelinci sombong terdiam terhenyak, seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur. Jadi siapa pemenangnya ya kura-kura.

Bahagianya Merayakan Cinta

Barakallahu laka wa baraka 'alaik, wa jama'a bainakuma fi khair
untuk kakakku, Vivi Sundari Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang samara, Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.....


*Galang, 22 Februari 2014