Sabtu, 21 Desember 2013

Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n

Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n 
Part Three

Sebelum baca cerita ini ada baiknya baca cerita-cerita sebelumnya:
  1. Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n Part One 
  2. Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n Part Two 
Sho terus merenungi nasibnya, begitu nestapa. Makan tidak selera, minum tidak nafsu, mandi tidak mau, kerja tidak semangat, dan bernafas pun mulai malas. Pandangannya hanya pada satu titik yaitu ''Skripsi''. Peristiwa ajakan makan siang Sang Dosen yang ia salah artikan tersebut berdampak besar pada kehidupan Sho. Sejak saat itu Sang Dosen tidak memperdulikan kehadirannya lagi. Sho sudah berusaha memberi penjelasan padanya tetapi tetap saja kata ''putus'' menjadi akhir segalanya (Loh, kok jadi cerita yang ini?)
Skripsi itu selalu menghantui hari-harinya. Wajah mentari pun terlihat pucat dimatanya. Apalagi wajahnya sendiri bak bulan purnama bermuram durja. 
Dan lagi setelah ia menerima telepon dari Ibunya, Sho semakin terpojokan. Ia ingin sekali segera lulus dan terbebas dari jeratan kegalauan ini. Dan sekali lagi ia menghubungi Sang Dosen.
Tuuuut....tuuutt.....#$%#^&%&*%^#^%^@^*)(....
"Halo, ini saipa?" tanya seseorang diseberang sana.
"Ini Sho Bu, mahasiswa bimbingan Ibu."
"Maaf, siapa ya? saya tidak kenal. Saya sekarang sedang sibuk." dan telepon itu pun mati.
"Arrggghhh......" teriak Sho mengagetkan seluruh penduduk kosan.

Esok paginya.....
Sho sudah berada di kampusnya dengan membawa kitab kelulusannya (Skripsi). Ia sudah bertekat baja, harus menemui dosennya tersebut. Ia juga sudah siap apapun yang akan dibilang dosennya tersebut. Tetapi hampir 3 jam ia menunggu kehadiran Sang Dosen, belum ada tanda-tanda bakalan muncul dan pada akhirnya ia memutuskan bertanya kepada pegawai tata usaha di kantor jurusan.
"Bang, Ibu *** sudah datang belum? atau lagi masuk kelas?"
"Hari ini Bu *** menghadiri seminar di Gedung Audit."
"Oh, makasih ya Bang."

Dan gagal kembali Sho menemui dosennya. Ia melangkah lungkai kembali ke kosannya. Matanya nanar, panas dan mengeluarkan cairan yang disebut Air Mata. Sho mencoba menghubungi Sang Dosen lagi tetapi selalu bernada mail box dan kadang di reject. Sho  hampir pasrah dan ia sempat melirik botol Baygon di sampingnya.

"Astaghfirullah, tidak... gue gak boleh begini. gue harus tetap semangat. Disetiap kesulitan selalu ada kemudahan. Aamiin" Batin Sho menghibur diri. Pagi harinya Sho mencoba mendatangi ruangan Sang Dosen dan Alhamdulillah Sang Dosen berada di tempat.
Tok..tok..tookk.....
"Ya Masuk." 
"Maaf Bu saya mengganggu."
"Ya ada apa ya, saya sedang sibuk sekarang."
"Oh maaf Bu, saya cuma mau menanyakan gimana dengan kelanjutan skripsi saya."
"Belum sempat say periksa, ntar deh kalau saya tidak sibuk. Ada lagi?"
"Jadi kira-kita kapan bisa ya Bu?" usaha Sho.
"Ya nanti kalau saya tidak sibuk, untuk sekarang tidak bisa." jawab ketus Sang Dosen.

Sho pun keluar dari rumahan dosennya, langkahnya lunglai lagi. Semangatnya mulai padam dan ia sempat berpikir dendam dengan dosennya. "Ya Allah, bantulah hamba menyadarkan dosen hamba." doanya dalam hati.

Sore harinya....
Sho jalan-jalan sore diajak oleh teman sekosnya, Khoir namanya. Khoir merasa Sho butuh reflesing untuk menyegarkan pikirannya kembali. Tetapi di tengah perjalanan santai mereka, mereka melihat ada seorang Ibu-ibu sedang kesusahan. Sang Ibu tersebut sedang mendorong motornya yang mogok. Sho dan Kho mendekati Sang Ibu tetapi setelah beberapa langkah, Sho sadar bahwa yang Ibu tersebut adalah Dosennya.
Langkahnya terhenti, sejenak ia berfikir. Dengan raut senyum yang licik ia mulai mendekati dan jalan melenggang dihadapan dosennya. Kho merasa heran.
Tiba-tiba......
"Sho...!!" Panggil Sang Dosen.
Sho membalikkan badannya dan pura-pura bingung.
"Kamu Shony kan? Mahasiswa saya? Kamu bisa bantu saya, motor saya mogok nih. Mungkin kehabisan bensin. Tolong belikan bensin di SPBU depan bisa? soalnya gak kuat saya terus-terusan mendorong." pinta Sang dosen.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Sho pun menjawab," Maaf, siapa ya? saya tidak kenal. Saya sekarang sedang sibuk."

Sang Dosen dan Kho Ternganga tidak percaya.

SEKIAN

Kamis, 28 November 2013

Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n

Diary Skripsi Mahasiswa O2+ n
Part Two

Setelah kejadian Shony minggu lalu, yang lupa mengecek tanggal, sekarang Shony menjadi lebih teliti lagi. Ia lebih mempersiapkan segalanya. Ia telah mengambil cuti selama seminggu agar dapat selalu ke kampusnya. Ia sangat giat dan ngebet banget untuk wisuda, selain karena tuntutan fansnya, ini juga dikarenakan masalah keuangannya yang semakin lama semakin penipis.

Di kampus..... Tok..tokk..toookk...
"Assalamu'alaykum....
"Wa'alaykumsalam, ya masuk."
"Bu, ini saya Shony mahasiswa bimbingan ibu, ibu ada waktu sekarang? saya mau kasih skripsi saya bu."
Dosen pembimbing satu Shony memandanginya dengan wajah tertekuk dan kening berkerut, sepertinya ia lupa pada mahasiswa tinggat akhir zaman yang satu ini, Shony.
"Oh ya, kamu shony yang hari minggu itu mau bimbingan dengan saya kan?"
"Wah si ibu malah ingetnya yang itu," batin shony.
"Iya Bu, maaf kemarin saya lupa cek tanggal Bu." Jawab Shony sambil menyodorkan skripsinya.

"Oke ini akan saya periksa nanti, kamulagi sibuk tidak? tanya Bu dosen kece.
"Tidak Bu, lagi fokus selesaikan skripsi Bu, csupaya saya dapat sidang secepatnya."
"Oh bagus itu, itu namanya mahasiswa, harus fokus. Besok dan selama beberapa hari kedepan, kamu bisa bantu saya menyerjakan proyek kan?? yaah sekalian bimbingan dengan saya deh." tawar si Ibu Dosen.
"Insyaallah Bu, saya siap."

Dan hari-hari Shony pun diisi dengan bimbingan dan membantu dosen dalam proyeknya. Karena dana proyek dosen itu cair ketika proyek itu selesai maka jadilah Shony hidup dalam kenestapaan, tidak ada uang pemasukan malah uang pengeluaran yang membludak. Akhirnya Shony memutuskan untuk menginap beberapa hari di kamar marbot masjid kampusnya. Awalnya ia mau menginap di kosan temannya tetapi ia menyadari bahwa teman-temannya sudah pada pergi alias lulus dan tidak berada di lingkungan kampus. Sony belajar berhemat betul, kadang ia hanya sekali makan dalam sehari. Tubuhnya yang kekar sekarang menjadi ciut bin kriput, lingkaran hitam dimatanya seperti mata panda. Huuuu sungguh tragis.

Sampai suatu ketika, waktu makan siang dan Shony masih berjibaku di ruangan dosennya.
"Sho, saya bisa minta tolong pesan kan makanan di kantin depan?" perintah si Bu Dosen
"Ya Bu." Jawaban manis si Shony.
"Oke pesankan saya nasi soto ya, minumnya jus martabe saja. ntar pelayannya aja yang suruh antar. oya satu lagi, kamu kalau mau pesan, pesan aja ya. jangan sungkan-sungkan."
"Siip Bu, Saya sekalian pamit ya Bu." "Alhamdulillah, ciihuuuy, akhirnya ada waktunya saya untuk perbaikan gizi." girang shony dalam hati.

Di ruangan dosen.......
Tak lama kemudian pelayan dari kantin datang membawa makanan sesuai pesanan dan menyodorkan struk pembayaran. Dengan wajah sedikit kaget Bu Dosen bertanya pada pelayan, "Harga menu-menu makanan pada naik ya?"
"Ndak Bu, cuma tadi mahasiswa yang ibu suruh emang pesan makanan agak banyak."
"Hahh?? Oh ya dah deh ntar saya tanya sama orangnya." balas Bu Dosen  sambil menyerahkan uang tagihan.

Keesokan harinya dengan wajah berseri-seri Shony masuk keruang dosennya untuk melanjutkan pekerjaannya. Ibu Dosen yang sudah berada diruangan langsung menanyainya soal kemarin.

"Sho, ibu mau tanya, kemarin waktu makan siang kamu pesan kan sesuai dengan pesanan saya kan?"
"Iya Bu, emang kenapa Bu? ada yang salah atau ada yang kurang dengan pesanannya ya Bu?"
"Nggak, cuma kok saya liat tagihannya besar, apa harga menunya yang naik?"
"Oh soal itu Bu, harganya kagak naik kok Bu. Kemarin saya cuma pesan soto plus jus martabe Ibu. Trus saya juga pesan, nasi telur dan teh manis dingin dan saya juga pesan lauk untuk makan malam dan sarapan pagi ini Bu dan juga ternyata saya punya hutang di kantin Bu, kemarin ditagih...  bla bla bla.... (sambil cengar-cengir)

Sang Dosen menatap Shony dengan ternga-nga, tak disangka dan hampir pingsan....


dan cerita selanjutnya, si Shony tidak pernah dipanggil, disuruh, diperintah oleh yang dosen, Kamu pasti tau alasannya.....
SEKIAN

Rabu, 27 November 2013

Ber 3 Aja (Part II)

Akhirnya kami (Imah dan Naz) harus rela jadi dayang-dayang Fifi yang wisuda pada tanggal 7 September 2013.
Dan sekarang kami berdua yang belum wisuda sedang perang melawan rasa malas mengerjaan skripsi. Setiap mahsiswa tingkat akhir pasti memiliki permasalahan masing-masing dalam mengerjakan skripsi. Seperti Imah, Ia mendapatkan dosen pembimbing yang benar-benar teliti, setiap kata di dalam skripsinya harus diuji di IPB dan ITB (nah kayak iklan yak). Hal ini yang membuatnya lama dalam menuai kata wisuuudaaaah.
Dan kalau saya (Naz) memiliki permasalahan yang berbeda lagi, yang paling fatal adalah referensi untuk skripsi yang minim buanget. Tapi kami berdua yakin bahwa dibalik kesuliatan pasti ada kemudahan.
 
 ومااللذّة إلا بعد التعب
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan
InsyaAllah, semua itu indah pada waktunya, dengan kerja keras dan usaha cerdas, maka tidak ada yang tidak mungkin selama Allah menghendakinya. Aamiin. Sekarang, ane dengan Neng Imah lagi usaha untuk segera sidang agar dapat wisuda pada bulan februari tahun depan. Sedangkan Fifi lagi sibuk mempersiapkan S2 nya di Universitas Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 2013, Fifi akan ujian. Mohon doanya bagi yang baca tulisan ini. Semoga semuanya lancar ya.....

Oya ngomong-ngomong, difoto di atas, wajah ane kok pipi semua yah? Ketara banget kalau berat badan ane nambah, Sedangkan si Imah tetap langsing sim salabim, hehe......

Hmm, ane mau share foto lucu nih, foto kami ber 3 sewaktu selesai wisudaan si Fifi,

Coba perhatikan baik-baik foto di atas?
Kelihatan banget ya, kalau saya 'pereman' lagi malaki si Imah, tuuuh liat aja ekspresinya Imah dan Ane. Dan ekspresinya si Fifi sedang 'kayak' mau nangis, hahaha.....
Oya, Lihat dengan seksama Fifi tuh, lagi pegang bunga mawar dan uuuuh apa tuh, ada kado. Mau tau siapa yang kasih tuh kado? toba tebak saja yang jelas bukan Ane dan Imah yang kasih. Kami berdua lagi 'bokek' jadi cuma modal doa doang untuk si Fifi. 
Terakhir ane kasih bonus dua foto

Perhatikan baik-baik foto dua ini, sebutkan perbedaan yang ada di dalamnya. Semakin banyak kamu sebutkan perbedaannya, maka semakin besar pula kamu akan memenangkan sayembara ini.







Jika sudah, segera hubungi no.telepon terdekat.

Okeeeh....
hehehe



Sepertinya cukup sekian cuap-cuap ane hari ini, mau ngelanjut ngerjain skriptong. Oya ada kata bahasa ara yang bagus nih.....

خير الناس أحسنهم خلقا وأنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia
 


Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
SEMANGAT

Selasa, 26 November 2013

Mencari Inspirasi dan Kenalan di UNIMED

Assalamu'alaykum Warahmatullahi wabarakatuh
Hai teman-temin, hari ini saya mau cerita tentang perjalanan ke UNIMED
Tau gak foto yang di atas ini ane lagi dimana??

Yeah, kemarin dan hari ini ane jalan ke Universitas Negeri Medan (UNIMED), untuk mencari Pak Wahyu Tri Atmojo. Kalau kemarin ane ditemeni sama sahabat Deffi Syafitri Ritonga (Fifi) tapi sekarang (tadi) ane ditemeni sama DekQ Iin
Akhirnya ane bertemu dengan Pak Wahyu, sungguh pertemuan yang telah lama ane nanti nanti. Dan ternyata Pak Wahyu itu orangnya asik banget, dan super duper baik. Oya Pak Wahyu juga tadi memberi tahu bahwa Ia memiliki sanggar untuk membatik gratis bagi yang mau belajar. Dan sanggarnya itu masuk koran hari ini. Dua koran sekaligus (Koran Sindo dan Waspada). Ane mau banget belajar membatik, tapi jauh banget di pondok 3, tembung sanggar Pak Wahyu. Oke kembali ke cerita ane, tujuan ane ketemu Pak Wahyu adalah ingin minta izin tulisan Ia yang berjudul Studi tentang Ornamen/hiasan Masjid Raya Medan sebagai referensi skripsi ane. Hmm emang belum beruntung ane hari ini, Pak Wahyu bilang, itu tulisan sudah lama banget, dan dia sudah agak lupa (walaupun masih sedikit-sedikit ia jelaskan). Tapi Pak Wahyu janji sama ane, ntar dia coba cari di rumahnya. Kalau ketemu akan diberitahu. Cukup lega ane. Alhamdulillah....

Setelah berbincang-bincang dengan Pak Wahyu selesai, kita lanjutkan perjalanan dengan DekQ Iin, ane mulai keliling-keliling UNIMED, tapi sebelumnya ane keliling-keliling fakultas Bahasa dan Seni dulu mencari si Adek.

Ke Digital Library UNIMED........

OMG, Keren banget deh, tempat penitipan tasnya aja kayak gini















Kalau penasaran maksud foto diatas, silahkan langsung datang ke UNIMEDnya... hehehe....
Jadi berfikir, kapan ya kampus ane (USU) punya digital library, kan gak perlu enneg melihat petugas penitipan tas yang jutek abiz. Sekarang ane bagi deh foto'' di dalamnya

miniatur Digitasl Library UNIMED

DekQ Iin, serius amat bacanya

Dan liat yang ini, lagi gaya kucing garong



Suasana di dalam perpus cukup nyaman, hampir ane gak mau pulang, mau terus di dalam perpus tapi dilarang sama petugas perpusnya. Oya ane bagi juga foto situasi perpusnya.
Nah gimana, Anda tertarik untuk berkunjung? Hubungi 08529625****
(kayak agen wisata yak, hehehe)
Oya kekurangan di digital llibrary ini cuma satu #eh dua, yaitu koleksi bukunya yang masih dikit, mungkin karena masih baru dibuka ni jadi buku-bukunya belum semua disusun dan bookstore nya belum difungsikan.
Gak sadar ternyata dah setengah hari siang, perut dah keroncongan. Kami pun keluar dan beranjak ke kantin. Dari rekomendasi yang Iin berikan, kami akhirnya ke kantin yang menurut ane murah banget. Liat aja ni ane kasih foto daftar harga menu'' nya

 


ini nih menu makanan ane, ayam penyet plus teh hangat. Selamat menikmati....
Setelah memenuhi kebutuhan raga (makan) tak lupa pula kita memenuhi kebutuhan jiwa (shalat yukkk)
Selesai berwudhu, kami (Ane dan Iin) melihat seorang Ibu muda sedang menggendong anaknya yang masih bayi dan juga anaknya yang kira'' berumur 3 tahun duduk di sampingnya (lagi makan siang sambil menunggu suaminya sholat kayaknya). Anaknya itu loh,, manis banget. Oke cek foto di bawah ini
 Selesai kami sholat, ternyata didepan kami ada Ibu muda tadi sedang sholat, disampingnya ada anaknya yang balita dan sepertinya anaknya yang bayi sedang bersama suaminya.

Karena menyadari menjadi objek foto, anak manis ini menutup mukanya dengan tangannya, hehehe


Bersambung............