(ceritanya tulisan ini masuk majalah)
Nekad
dan Tekad, itulah sebuah kata tepat dilekatkan
untuk mengawali petualangan saya ini. Tak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya
akan menyinggahi sebuah pulau terluar yang terletak di selat Malaka, Pulau
Berhala. Awalnya hanya sebuah impian iseng yang kemudian terwujud dengan
lantang. Dengan Bismillah, saya memulai segalanya.
Perjalanan ini sebenarnya adalah upaya untuk menghibur diri yang mulai
terintimidasi oleh tugas akhir kuliah (skripsi) sehingga saya memutuskan untuk
ikut jelajah Pulau Berhala dengan travel tour. Biaya yang dikenakan
bekisar Rp. 400.000,- (tahun 2012) dengan paket wisata 2 hari satu malam dan
fasilitas yang kita dapatkan antara lain transportasi pergi-pulang, asuransi,
makan selama dipulau, perizinan, snorking, keliling pulau dengan perahu karet
dan sebagainya.
Jumat, 5
Oktober 2012 pukul 20.05 WIB setelah sholat isya saya beranjak dari Asrama
Putri USU menuju tempat berkumpulnya para petualang yang hendak ke Pulau
Berhala. Ketika sampai ditempat saya langsung disambut hangat oleh ranger (pemandu) dengan jabatan hangat.
Upz tapi tunggu dulu, saya juga menyambutnya hanya dengan senyuman dan
mengtangkup kedua tangan saya (bukan mahram Brother!). Dan karena saya adalah solo traveller, mau tidak mau saya lah
yang memulai mencari teman cerita perjalanan dan Alhamdullillah semuanya pada welcome
terhadap saya
Pukul
22.00 WIB mobil kami pun mulai melaju, dengan mata yang terlelap gamang,
akhirnya tengah malam kami sampai di kampung nelayan. Begitu sampai di
tempat, sembari menunggu kapal yang disewa dan komsumsi untuk menyebrang ke Pulau Berhala saya mencoba
berkenalan dengan pelancong lainnya. Setelah semua persiapan selesai, satu
persatu kami masuk ke kapal nelayan dan akhirnya kami pun duduk seperti susunan
ikan dikapal, tanpa celah. Pukul 01.00 dini hari kapal pun melau melajukan
dirinya menuju tujuan, dengan langit yang menjadi atap, dihiasikan rembulan dan
bebintang membuat saya merasa takjub akan keindahan alam yang Alloh ciptakan
ini, MasyaAlloh. Lama perjalanan di kapal nelayan ini dapat menghabiskan waktu
sekitar 4-5 jam kita terombang-ambing di tengah lautan.
Ternyata sudah masuk waktu sholat subuh pun kami
belum sampai di pulau sehingga saya memutuskan sholat di kapal dengan wudhu
dengan air laut (asiiiin banget). Menikmati sunrise
di tengah laut membuat saya tidak bias henti-hentinya bersyukur kepada Alloh
atas keindahan alam ini.
Sabtu, 6 Oktober 2012 pukul 07.00 WIB kami pun
sampai di Pulau Berhala, langsung saja kami menuju mess, mess laki-laki dan
perempuan tentunya dipisah. Setelah berberes-beres, kaki saya sudah tidak sabar
untuk menjelajahi pulau ini dan tentunya para ranger sudah siap memandu kami untuk menjelajahinya. Oya, di pulau ini tidak terdapat
penduduk (warga) yang menetap, yang ada hanya petugas KAMLA (Keamanan Laut)
dari TNI-AL dan petugas Navigasi dari Departemen Perhubungan dan mess yang kami
tempati juga milik mereka.
Dihari pertama ini, jadwal jelajah kami hanya jungle tracking (mercusuar, makam tua,
dan keliling pulau). Untuk menuju mercusuar kami harus menaiki sekitar 800 anak
tangga. Walaupun melelahkan tetapi diatas mercusuar kamu dapat melihat dengan
utuh Pulau Berhala. Keliling hujan dipulau ini sangat menyenangkan, walaupun
kami agak tersasar dan ada kejadian beberapa orang terpisah dari rombongan. Di
makam tua kmi semua diberitahu oleh ranger agar selama dipulau harus menjaga
sikap, tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan mereka juga member tahu
legenda pulau ini sehingga disebut Pulau Berhala. Katanya sih nih pulau dizaman dulu digunakan sebagai
tempat para orang sakti melayu untuk bertarung guna mendapatkan siapa yang
paling kuat, jika selama bertarung ada yang meninggal maka jasadnya akan
dibiarkan saja di pulau ini. Wallahua’lam.
Malam harinya adalah waktunya untuk baberque, dan membuat api unggun.
Menjelang tengah malam kami bersiap-siap ingin mengintip penyu yang bertelur,
jika beruntung kita dapat melihatnya.
Dihari terakhir, kami diajak para ranger untuk
keliling pulau dengan perahu karet. Waah
pengalaman yang sangat mengasikkan. Setelah puas keliling, ada yang
melanjutkannya dengan snorking, diving
dan ada yang sekedar berenang ditepi pantai. Cukup menyenangkan perjalanan saya
ini, dan merilekskan kembali pikiran
seolah-oleh terkena sihir pulau ini.
Ahad, 7 Oktober 2012 pukul 15.00 WIB kami pun pulang.
Atas segala nikmat yang Alloh berikan
ini, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah
yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman)
Data Singkat Pulau
Berhala
Di
Kabupaten Serdang Bedagai terdapat Pulau Berhala yang secara administrasi
berada di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Bagan Kuala.
SECARA GEOGRAFIS
- Luas Pulau Induk : + 44,75 Ha
- Luas Pulau Sokong Nenek: + 0,5 Ha
- Luas Pulau Sokong Siembang: + 1,5 Ha
- Terletak Diposisi : 030 46’ 38” Lintang Utara dan 990 30’ 03” Bujur Timur
- Panjang Garis Pantai: + 700 m
- Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara di sebelah Barat dan Semenanjung Malaysia di sebelah Timur
#fotonya menyusul#

