Pada suatu hari di suatu negeri yang makmur
berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Bahagia. Kerajaan ini dipimpin
oleh seorang raja yang bernama Raja Tawa dan Ratu Senyum. Rakyat-rakyatnya
sangatlah beruntung dapat hidup dalam lingkungan kerajaan ini karena Raja Tawa
selalu mengutamakan kepentingan rakyatnya agar selalu hidup dengan kebahagiaan.
Tidak ada keluh kesah dan tangisan yang terdengar dari rakyat-rakyatnya, hanya
ketika malam dalam 1/3 malam terakhir mereka menangis sendu kepada Illahi yang
telah memberikan nikmat hidup dan kehidupan yang tak terhingga.
Fa-biayyi
alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) (QS. Ar-Rahman)
Dipimpin oleh Raja dan Ratu yang penuh kasih sayang
dan bijaksana membuat rakyat-rakyatnya menaruh perhatian besar kepada keluarga
kerajaan apalagi putri berusia 3 tahun nan cantik anak Raja Tawa dan Ratu
Senyum. Putri Senang namanya......
Sama halnya dengan anak kecil lainnya, Putri Senang
selalu ingin mengetahui apa saja yang dilihatnya dan terkadang meniru apa saja
yang baru diperhatikannya. Pernah suatu ketika tanpa sengaja Raja Tawa yang
sedang makan dengan kolega-kolega kerajaan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan
menyebabkan beberapa butir nasi yang di dalam mulutnya keluar dari mulutnya.
Tanpa disadari oleh Raja, Putri Senang yang duduk dipangkuan Ibunya
memperhatikan tingkah Ayahnya tersebut walaupun hal itu tidak disengaja oleh
Raja. Kemudian seketika Ratu menyuapkan makanan kemulut Putri, Putri Senang
langsung tertawa dan menyemburkan makanannya kembali. Hal ini membuat Raja malu
karena perbuatannya yang membuat Putri menirunya.
Malam pun sudah semakin
larut.......
Putri Senang sudah tertidur dengan lelapnya, wajah
ketika ia tidur sangatlah manis dan menggemaskan, terlihat pipinya yang putih
sehingga nyamuk pun enggan mendekatinya. Raja dan Ratu kini berada di kamanya,
mereka berdiskusi tentang anak tersayanngnya tersebut.
"Rajaku, kini anak kita memiliki keingintahuan
yang besar dan ia akan meniru apa yang baru saja diperhatikannya, maka kita
harus berhati-hati berprilaku di depannya," Ujar Ratu yang sedang menyisir
rambutnya yang tergerai di depan cermin.
Raja yang sejak tadi duduk di sudut tempat tidur,
berjalan mendekati istrinya dan mengamit sirir ditangan istri tercintanya
kemudian membantu menyisirkan sambil berkata "Saya juga berpikiran seperti
itu Ratuku, Insyaallah mulai besok pagi saya akan berbicara kepada selulruh
penghuni istana dan rakyat-rakyatku akan hal ini" Ratu pun menolehkan
wajahnya ke arah Raja sambil tersenyum manis sekali.
Keesokan paginya, ba'da subuh seluruh penghuni
istana berkumpul dan Raja menyampaikan hal tersebut kemudian mengabarkan kepada
rakyat-rakyatnya tanpa sepengetahuan sang Putri. Rakyatnya pun menerima
permintaan sang Raja dengan senang hati. Sekarang hari-hari sang Putri pun
diisi oleh hal yang baik dan pembelajaran yang sangat berharga. Bukan Sang
Putri yang mendapatkan pelajaran akhlak yang baik, seluruh penghuni istana dan
rakyat Kerajaan Bahagia menjadi orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Sikap
mereka menajdi terbiasa dengan hal-hal yang positif sehingga Kerajaan Bahagia
bertambah makmur dan makmur lagi.
Suatu ketika, Raja Bahagia mengajak Putri Senang
yang telah berusia 12 tahun untuk ikut pergi menjenguk Raja Harta di Kerajaan
Kaya yang sedang sakit.Sang Putri sangat senang menerima ajakan Ayahnya
tersebut karena ini akan menjadi kali pertama Sang Putri keluar dari Kerajaan
Bahagia. Sang Putri yang sedang duduk dipangkuan ayahnya di berandaIstana
seketika memeluk dan mencium pipi Ayahnya dan Sang Raja membalasnya dengan
mencubit sayang pipi putrinya.
"Ayah, apakah Kerajaan Kaya itu jauh? apa saja
yang harus Senang bawa Ayah?" tanya Sang Putri dengan semangat.
"Engkau tak perlu bawa apa-apa sayang, semua
sudah dipersiapkan oleh Ibumu. Besok pagi-pagi kita akan berangkat. Jadi hari
ini Engkau cepatlah istirahat ya?"
Baik Ayah,"
Setelah berpamitan Ratu yang tidak dapat ikut
karena menggantikan posisi pemimpin Kerajaan selama beberapa hari Raja pergi.
Rombongan Raja Tawa pun berangkat menuju Kerajaan Kaya memakan waktu sehari
semalam, melewati hutan lebat. Dalam perjalanan dengan kereta kuda, Sang Putri
yang duduk disamping Ayahnya terlihat begitu senang, yang selalu mengarahkan
pandangannya keluar jendela. Ia begitu menikmati perjalanan ini dan selalu
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu dijawab oleh Ayahnya.
"Ayah bunga apakah itu? sepertinya Senang
belum pernah melihatnya? Bolehkah kita mengambilnya?" sambil menunjukbunga
itu.
"Ibu bunga Daphne atau Lady Laurel atau tanaman surga, ia memang cantik Anakku tapi kita
tidak bisa membawanya karena ia beracun."
Sesampainya di Kerajaan Kaya, Raja Tawa beserta
Rombongannya disambut dengan kemegahan Istana yang terbuat dari Emas tersebut
tetapi Sang Putri malah merasa sebaliknya, ia merasakan bawa Istana tersebut
terasa hampa.
Raja Harta yang sedang terbaring di kamarnya merasa
senang mengetahui kedatanagan Raja Tawa. Kemudian Raja Harta memperkenalkan
keluarganya, istrinya yang Bernama Ratu Permata dan anaknya yang bernama
Pangeran Emas. Ratu Permata dengan seluruh perhiasan dibadannya membuat Putri
Senang tidak nyaman berada di dalam istana tersebut dan kemudian ia bertanya
kepada Ayahnya,"Ayah apakah Senang boleh jalan-jalan keluar?"
"Ya boleh anakku, pasti engkau tidak sabar
untuk menjelajahi Kerajaan ini kan?"
Putri Senang hanya tersenyum mendengar jawaban
Ayahnya. Ratu Permata kemudian berkata."Jalan-jalanlah bersama Pangeran
Emas sayang."
Akhirnya Putri Senang dan Pangeran Emas
berjalan-jalan dengan diiringi beberapa pengawal."
Ketika Putri Senang dan Pangeran Emas berjalan-jalan, tiba-tiba putri
senang melihat kejadian yang kurang mengenakkan. Ia melihat beberapa petugas
kerajaan sedang menagih uang pajak pada rakyatnya dengan paksa.
“Hei, mana pajak penjualanmu! “hardik seorang petugas kerajaan.
“Ampun Tuan, uang halis jualan kami sudash habis untuk membiayai ayah saya
yang sedang sakit, saya tidask memiliki uang lagi.” Jawab pedagang itu dengan
gemeteran.
Melihat kejadian itu, Sang Putri pun merasa iba, dan dengan sigap ia
mendatangi Petugas Kerajaan itu dan berkata,”Mengapa kamu memaksanya? Dia sudah
member alasan yang menurut saya wajar, tapi mengapa dia tetap harus membayar
pajak tersebut?”
“Hei kamu anak kecil jangan ikut campur urusan kami, ia telah menunggak
selama 3 bulan, kami telah memberikannya perpanjangan waktu.” Cecar petugas
kerajaan itu.
Dalam suasana yang menengangkan itu, Pangeran Emas pun dating menghampiri
dan ia berkata,”Hei petugas Kerajaan yang tidak tahu diri, engkau kira engkau
sedang berkata dengan siapa? Ia adalah Putri Senang dari Kerajaan Bahagia,
Berani-beraninya engkau berteriak dengannya. Akan kulaporkan perbuatanmu pada
Ayahku. Awas kau ya!
“Ampun Pangeran, hamba tidak tahu. Lagi pula ini salah mereka (Sambil
menunjuk pedangan itu)”
“Aku tidak mau tahu, Aku tidak suka perbuatanmu. Besok kamu akan
mendapatkan ganjaran yang tepat.”
Putri Senang merasa tidak enak akan hal tersebut, atas perbuatan gegabahnya
ia telah membuat masalah menjadi bertambah masalah. Akhirnya ia memutuskan
kembali ke Istana. Pikirannya terus menerawang apa yang terjadi tadi. Dari
kejadian tadi ia sudah dapat menggambarkan kehidupan Kerajaan Harta. Ia
berencana melaporkan kejadian tersebut pada Ayahnya.”
Malam pun menjelang, Putri Senang menceritakan kejadian sore hari tadi
kepada Ayahnya.
“Ayah, Senang ingin segera pulang, banyak hal yang terjadi di sini yang
membuat Senang tidak nyaman.”
“Iya anakku, besok pagi kita akan pulang, Ibumu pasti sangat rindu padamu.”
Pagi harinya, Ketika rombongan Kerajaan Bahagia mau beranjak pulang,
terdengarkan berita pemecatan beberapa petugas kerajaan.”
“Ayah, senang takut. Apakah itu petugas yang kemarin.”
“Tenang Anakku, kita jangan ikut campur lebih dalam masalah ini.”
Rombongan pun berangkat pulang, ditengah perjalanan tiba-tiba, rombongan
Kerajaan Bahagia di hadang oleh sekelompok orang, dengan menutup wajahnya
dengan kain. Mereka mengancam akan membunuh semua orang jika mencoba melawan.
Semua tawanan diikat dan mereka pergi membawa Putri Senang. Raja Tawa yang
sedang pingsan akibat sebuah pukulan di tulang belakangnya tidak mengetahui hal
tersebut. Pengawal pun ada beberapa yang mati akibat melawan.
Ketika Raja tersadar dari pingsannya, Raja shock atas kejadian tersebut dan
sedih karena putrid tersayangnya diculik oleh penjahat tersebut. Sang Raja yang
mengalami luka pukulan diseluruh badannya memerintahkan beberapa pengawal
mencari Sang Putrid dank arena kondisi fisik Raja yang parang maka rombongan
tersebut pulang ke Kerajaan Bahagia.
Dengan perasaan sedih Raja pun memberitahuan kapeda Ratu. Seketika Ratu
pingsan.
Raja memerintahkan prajurit untuk menyusuri hutan demi menemukan Putri.
Kabar Putri diculik membuat panik seluruh rahyat Kerajaan Bahagia. Raja dan Ratu bermurung duka. Rakyat-rakyatnya pun sedih. Jadilah Kerajaan Bahagia diselimuti awan mendung nestapa.
Berhari-hari, berbulan bulan dan sekarang genap 5 tahun kehilangan putri, hasil pencarian itu tetap nihil.
Kabar Putri diculik membuat panik seluruh rahyat Kerajaan Bahagia. Raja dan Ratu bermurung duka. Rakyat-rakyatnya pun sedih. Jadilah Kerajaan Bahagia diselimuti awan mendung nestapa.
Berhari-hari, berbulan bulan dan sekarang genap 5 tahun kehilangan putri, hasil pencarian itu tetap nihil.


Nunggu sambungannya :)
BalasHapusiya Mbak,, Syukran mbak-e... :D
Hapuskeren... tapi buat tag nya neng jadi enggak nyampur artikelnya.... sukses untuk blognya...
BalasHapusBuat tag.maksudnya gimana Bg???
Hapus