Rabu, 30 Oktober 2013

Kerajaan Bahagia



Pada suatu hari di suatu negeri yang makmur berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Bahagia. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raja Tawa dan Ratu Senyum. Rakyat-rakyatnya sangatlah beruntung dapat hidup dalam lingkungan kerajaan ini karena Raja Tawa selalu mengutamakan kepentingan rakyatnya agar selalu hidup dengan kebahagiaan. Tidak ada keluh kesah dan tangisan yang terdengar dari rakyat-rakyatnya, hanya ketika malam dalam 1/3 malam terakhir mereka menangis sendu kepada Illahi yang telah memberikan nikmat hidup dan kehidupan yang tak terhingga.
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban
  (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) (QS. Ar-Rahman)
Dipimpin oleh Raja dan Ratu yang penuh kasih sayang dan bijaksana membuat rakyat-rakyatnya menaruh perhatian besar kepada keluarga kerajaan apalagi putri berusia 3 tahun nan cantik anak Raja Tawa dan Ratu Senyum. Putri Senang namanya......

Sama halnya dengan anak kecil lainnya, Putri Senang selalu ingin mengetahui apa saja yang dilihatnya dan terkadang meniru apa saja yang baru diperhatikannya. Pernah suatu ketika tanpa sengaja Raja Tawa yang sedang makan dengan kolega-kolega kerajaan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan menyebabkan beberapa butir nasi yang di dalam mulutnya keluar dari mulutnya. Tanpa disadari oleh Raja, Putri Senang yang duduk dipangkuan Ibunya memperhatikan tingkah Ayahnya tersebut walaupun hal itu tidak disengaja oleh Raja. Kemudian seketika Ratu menyuapkan makanan kemulut Putri, Putri Senang langsung tertawa dan menyemburkan makanannya kembali. Hal ini membuat Raja malu karena perbuatannya yang membuat Putri menirunya.

Malam pun sudah semakin larut.......
Putri Senang sudah tertidur dengan lelapnya, wajah ketika ia tidur sangatlah manis dan menggemaskan, terlihat pipinya yang putih sehingga nyamuk pun enggan mendekatinya. Raja dan Ratu kini berada di kamanya, mereka berdiskusi tentang anak tersayanngnya tersebut.
"Rajaku, kini anak kita memiliki keingintahuan yang besar dan ia akan meniru apa yang baru saja diperhatikannya, maka kita harus berhati-hati berprilaku di depannya," Ujar Ratu yang sedang menyisir rambutnya yang tergerai di depan cermin.
Raja yang sejak tadi duduk di sudut tempat tidur, berjalan mendekati istrinya dan mengamit sirir ditangan istri tercintanya kemudian membantu menyisirkan sambil berkata "Saya juga berpikiran seperti itu Ratuku, Insyaallah mulai besok pagi saya akan berbicara kepada selulruh penghuni istana dan rakyat-rakyatku akan hal ini" Ratu pun menolehkan wajahnya ke arah Raja sambil tersenyum manis sekali.

Keesokan paginya, ba'da subuh seluruh penghuni istana berkumpul dan Raja menyampaikan hal tersebut kemudian mengabarkan kepada rakyat-rakyatnya tanpa sepengetahuan sang Putri. Rakyatnya pun menerima permintaan sang Raja dengan senang hati. Sekarang hari-hari sang Putri pun diisi oleh hal yang baik dan pembelajaran yang sangat berharga. Bukan Sang Putri yang mendapatkan pelajaran akhlak yang baik, seluruh penghuni istana dan rakyat Kerajaan Bahagia menjadi orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Sikap mereka menajdi terbiasa dengan hal-hal yang positif sehingga Kerajaan Bahagia bertambah makmur dan makmur lagi.

Suatu ketika, Raja Bahagia mengajak Putri Senang yang telah berusia 12 tahun untuk ikut pergi menjenguk Raja Harta di Kerajaan Kaya yang sedang sakit.Sang Putri sangat senang menerima ajakan Ayahnya tersebut karena ini akan menjadi kali pertama Sang Putri keluar dari Kerajaan Bahagia. Sang Putri yang sedang duduk dipangkuan ayahnya di berandaIstana seketika memeluk dan mencium pipi Ayahnya dan Sang Raja membalasnya dengan mencubit sayang pipi putrinya.
"Ayah, apakah Kerajaan Kaya itu jauh? apa saja yang harus Senang bawa Ayah?" tanya Sang Putri dengan semangat.
"Engkau tak perlu bawa apa-apa sayang, semua sudah dipersiapkan oleh Ibumu. Besok pagi-pagi kita akan berangkat. Jadi hari ini Engkau cepatlah istirahat ya?"
Baik Ayah,"

Setelah berpamitan Ratu yang tidak dapat ikut karena menggantikan posisi pemimpin Kerajaan selama beberapa hari Raja pergi. Rombongan Raja Tawa pun berangkat menuju Kerajaan Kaya memakan waktu sehari semalam, melewati hutan lebat. Dalam perjalanan dengan kereta kuda, Sang Putri yang duduk disamping Ayahnya terlihat begitu senang, yang selalu mengarahkan pandangannya keluar jendela. Ia begitu menikmati perjalanan ini dan selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu dijawab oleh Ayahnya.
"Ayah bunga apakah itu? sepertinya Senang belum pernah melihatnya? Bolehkah kita mengambilnya?" sambil menunjukbunga itu.


"Ibu bunga Daphne atau Lady Laurel atau tanaman surga, ia memang cantik Anakku tapi kita tidak bisa membawanya karena ia beracun."
Sesampainya di Kerajaan Kaya, Raja Tawa beserta Rombongannya disambut dengan kemegahan Istana yang terbuat dari Emas tersebut tetapi Sang Putri malah merasa sebaliknya, ia merasakan bawa Istana tersebut terasa hampa.
Raja Harta yang sedang terbaring di kamarnya merasa senang mengetahui kedatanagan Raja Tawa. Kemudian Raja Harta memperkenalkan keluarganya, istrinya yang Bernama Ratu Permata dan anaknya yang bernama Pangeran Emas. Ratu Permata dengan seluruh perhiasan dibadannya membuat Putri Senang tidak nyaman berada di dalam istana tersebut dan kemudian ia bertanya kepada Ayahnya,"Ayah apakah Senang boleh jalan-jalan keluar?"
"Ya boleh anakku, pasti engkau tidak sabar untuk menjelajahi Kerajaan ini kan?"
Putri Senang hanya tersenyum mendengar jawaban Ayahnya. Ratu Permata kemudian berkata."Jalan-jalanlah bersama Pangeran Emas sayang."
Akhirnya Putri Senang dan Pangeran Emas berjalan-jalan dengan diiringi beberapa pengawal."
Ketika Putri Senang dan Pangeran Emas berjalan-jalan, tiba-tiba putri senang melihat kejadian yang kurang mengenakkan. Ia melihat beberapa petugas kerajaan sedang menagih uang pajak pada rakyatnya dengan paksa.
“Hei, mana pajak penjualanmu! “hardik seorang petugas kerajaan.
“Ampun Tuan, uang halis jualan kami sudash habis untuk membiayai ayah saya yang sedang sakit, saya tidask memiliki uang lagi.” Jawab pedagang itu dengan gemeteran.
Melihat kejadian itu, Sang Putri pun merasa iba, dan dengan sigap ia mendatangi Petugas Kerajaan itu dan berkata,”Mengapa kamu memaksanya? Dia sudah member alasan yang menurut saya wajar, tapi mengapa dia tetap harus membayar pajak tersebut?”
“Hei kamu anak kecil jangan ikut campur urusan kami, ia telah menunggak selama 3 bulan, kami telah memberikannya perpanjangan waktu.” Cecar petugas kerajaan itu.

Dalam suasana yang menengangkan itu, Pangeran Emas pun dating menghampiri dan ia berkata,”Hei petugas Kerajaan yang tidak tahu diri, engkau kira engkau sedang berkata dengan siapa? Ia adalah Putri Senang dari Kerajaan Bahagia, Berani-beraninya engkau berteriak dengannya. Akan kulaporkan perbuatanmu pada Ayahku. Awas kau ya!
“Ampun Pangeran, hamba tidak tahu. Lagi pula ini salah mereka (Sambil menunjuk pedangan itu)”
“Aku tidak mau tahu, Aku tidak suka perbuatanmu. Besok kamu akan mendapatkan ganjaran yang tepat.”
Putri Senang merasa tidak enak akan hal tersebut, atas perbuatan gegabahnya ia telah membuat masalah menjadi bertambah masalah. Akhirnya ia memutuskan kembali ke Istana. Pikirannya terus menerawang apa yang terjadi tadi. Dari kejadian tadi ia sudah dapat menggambarkan kehidupan Kerajaan Harta. Ia berencana melaporkan kejadian tersebut pada Ayahnya.”

Malam pun menjelang, Putri Senang menceritakan kejadian sore hari tadi kepada Ayahnya.
“Ayah, Senang ingin segera pulang, banyak hal yang terjadi di sini yang membuat Senang tidak nyaman.”
“Iya anakku, besok pagi kita akan pulang, Ibumu pasti sangat rindu padamu.”

Pagi harinya, Ketika rombongan Kerajaan Bahagia mau beranjak pulang, terdengarkan berita pemecatan beberapa petugas kerajaan.”
“Ayah, senang takut. Apakah itu petugas yang kemarin.”
“Tenang Anakku, kita jangan ikut campur lebih dalam masalah ini.”
Rombongan pun berangkat pulang, ditengah perjalanan tiba-tiba, rombongan Kerajaan Bahagia di hadang oleh sekelompok orang, dengan menutup wajahnya dengan kain. Mereka mengancam akan membunuh semua orang jika mencoba melawan. Semua tawanan diikat dan mereka pergi membawa Putri Senang. Raja Tawa yang sedang pingsan akibat sebuah pukulan di tulang belakangnya tidak mengetahui hal tersebut. Pengawal pun ada beberapa yang mati akibat melawan.

Ketika Raja tersadar dari pingsannya, Raja shock atas kejadian tersebut dan sedih karena putrid tersayangnya diculik oleh penjahat tersebut. Sang Raja yang mengalami luka pukulan diseluruh badannya memerintahkan beberapa pengawal mencari Sang Putrid dank arena kondisi fisik Raja yang parang maka rombongan tersebut pulang ke Kerajaan Bahagia.
Dengan perasaan sedih Raja pun memberitahuan kapeda Ratu. Seketika Ratu pingsan.
Raja memerintahkan prajurit untuk menyusuri hutan demi menemukan Putri.

Kabar Putri diculik membuat panik seluruh rahyat Kerajaan Bahagia. Raja dan Ratu bermurung duka. Rakyat-rakyatnya pun sedih. Jadilah Kerajaan Bahagia diselimuti awan mendung nestapa. 
Berhari-hari, berbulan bulan dan sekarang genap 5 tahun kehilangan putri, hasil pencarian itu tetap nihil.

4 komentar:

  1. keren... tapi buat tag nya neng jadi enggak nyampur artikelnya.... sukses untuk blognya...

    BalasHapus