Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.... Hai Para Pelalak dan Rokers Sejati
"Dengan sebuah pertanyaan yang selalu mengiringi langkah"
Hidup harus punya tujuan, agar tidak tersesat. Nah, jalan-jalan juga harus memiliki tujuan yang jelas agar tidak disebut nyasar". Jadi sekarang ayo jawab pertanyaan di atas," Jadi, Kapan kita kemana?"
Oke, melalak saya kali ini adalah melalak yang murah meriah.Saya sebut murah meriah karena dengan dana minimal mendapatkan hiburan yang maksimal. Liburan yang sangat cocok untuk warga Binjai dan sekitarnya (khususnya saya).
Ya apa itu?? Hmmm,, coba dendangkan lagu ini dulu ya... yang sudah hapal ancungkan tangan!!!
Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun
dan jawabannya adalah....Eng...Ing...Enggg.... NAIK KERETA API....!!! (Give me Applaus)
Tarif KA dari Binjai - Medan dan sebaliknya relatif murah, hanya dengan Rp 10.000,- kamu udah pergi dan pulang kembali.
Waktu yang dibutuhkan 30-45 menit untuk distasiun Medan, cukup cepat dan gak ada kata macet loh. Dalam perjalanan kamu bisa lihat pemandangan dijalan atau ngobrol sama temen atau juga baca buku agar gak bosen. Contohnya:
Kami (Nazwa, Nurul dan Deby) berangkat dari stasiun Binjai pukul 7.15 dan sampai pada pukul 7.45. Sesampai di stasiun Medan ternyata kami disambit eeeh disambut dengan keramaian orang yang sedang ikut jalan santai dan ada juga yang sedang gowes dengan sepeda, hadir juga komunitas sepeda ontel dan komunitas fotografer Medan, pokoknya rame banget deh.
Perjalanan dilanjutkan ke daerah bangunan lama medan daerah Kesawan. Jaraknya sekitar 200m dari stasiun, cukup dengan jalan kaki sekalian olah raga kita samapai di jalan kesawan. Sedikit info, jalan Kesawan merupakan tempat dimana berjejer bangunan-bangunan lama peninggalan kolonial Belanda.
Beberapa bangunan bersejarah yang pernah/masih eksis di daerah ini:
- Kantor Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij
- Gedung South East Asia Bank
- Gedung PT London Sumatera Tbk
- Gedung Bank Modern (dulunya kantor perwakilan Stork)
- Rumah Tjong A Fie (Harga tiket masuk Rp 35.000,-)
- Gedung Jakarta Lloyd (dulunya kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company dan sempat menjadi kantor Rotterdam's Lloyd)
- Gedung PT. London Sumatera (dulu kantor Harrison & Crossfield)
- Cafe Tip Top (masih beroperasi hingga kini dari zaman kolonial)
- dan banyak lainnya.
London Sumatera
Rumah Tjong A Fie
Kesawan Tempo DoeLoe
Kalau mau tau Kesawan sekarang, datang aja ke sini...
Welcome
Main di Masjid Raya nya gak bisa lama-lama karena di dalam masjid ada cara jadi sungkan deh. Untuk mengenal Masjid Raya lebih lanjut dapat dilihat pada tulisan saya di Mesjid Raya Al-Mashun Medan Oke kita lanjut ke ISTANA MAIMUN
Istana Maimun adalah istana kebesaran Kesultanan Deli dengan warna kuningnya (kuning merupakan warna kerajaan Melayu) dan khas gaya seni bina Melayu di pesisir timur. Ia merupakan salah satu mercu tanda yang terkenal di Medan, ibu kota Sumatera Utara, Indonesia.
Istana ini sebenarnya dirancang oleh seorang arkitek Itali dan disiapkan pada tahun 1888 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Ia mempunyai keluasan 2,772 meter persegi, dan mempunyai 30 bilik. Binaan Istana Maimun menarik minat ramai pelancong kerana ia mempunyai binaan yang dipengaruhi pelbagai kebudayaan, dari kebudayaan Melayu, Islam, Sepanyol, India, dan Itali.
Ketika ini istana tersebut masih didiami oleh keluarga–keluarga sultan. Ruangan pertemuan, foto–foto keluarga kerajaan Deli, perabot rumah tangga Belanda kuno dan pelbagai senjata, terbuka bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Di istana ini pula terdapat Meriam Puntung yang merupakan peninggalan sejarah daripada kerajaan Deli.
Satu blok dari istana Maimun kearah timur, berdiri Mesjid Raya dengan arkitek yang menawan merupakan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan dan sangat mengagumkan. Istana Maimun
Setelah dirasa cukup puas, dan pengunjung semakin ramai pukul 10.00 WIB kami beranjak untuk pulan, eeiittt tapi mampir dulu ke Pajak Ikan (Pasar Ikan), bukan untuk beli ikan tetapi pajak/pasar ikan itu merupakan tempat jual-beli pakaian atau bakal pakaian di kota Medan, tempatnya dekat stasiun KA Medan.
hmmm,, dah capek, yuk kita istirahat dulu sambil cari-cari buku.
Nama tempatnya adalah "Titi Gantung". Disini menjual segala jenis buku, buku bekas, baru, novel, buku sekolah de el el. Letak tempatnya pas di depan stasiun KA. Jadi sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta api yang menuju ke Binjai, kita dapat lihat-lihat dulu nih, kalau lapar, kita juga bisa mengganjal perut dengan makanan yang dijajakan di situ...
Pukul 12.30, selesai beli tiket, kita sholat dzuhur. Kereta datang pukul 13.00, Terakhir siapkan radar untuk pulang..... :D
Cukup sekian dan Terima Kasih
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh




wah fotonya kalau gak kecil... hadap belakang... tapi keren2.... kalau bisa infonya di tambah neng... ada beberapa temapt yang dijelasin tapi gak ada fotonya.....
BalasHapussiip, banyak bgt fotonya ntar dibilang naris, serba salah... tapi ntar tak masukin lg foto2nya.
HapusFotonya bagus2. Jadi pengen kesana juga. ira
BalasHapusMari Mbak,,, di SUMUT sebenarnya banyak banget tempat wisata, cuma belum tereksplor aja... :D
BalasHapusOwh, kesawan namanya
BalasHapusiyaaah abangda...
Hapusizin copy foto yang "jadi kapan kita kemana" ya teh :D
BalasHapusiya silahkan.... :)
Hapus