Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n
Menjadi mahasiswa tingkat akhir zaman (hampir Drop Out) membuat Sho stress abiz plus ditambah kegalauan cuaca telah membuatnya selalu menunda kepergiannya, innalillah (looh) belum mati koq. Sudah beribu-ribu orang telah mendesaknya untuk wisuda, tapi apa daya, Ia tak kunjung menjawab permintaan fansnya. Tiba-tiba dering telepon mengunjunginya......
"Yeah, hallo, ciapa nih?"
"Aku, Dho. Gimana Sho, skripsimu dah kelar? Oya ntar datang diwisudaan kami ya tanggal 27 "
Sompret nih anak, ngejek gue dia. "Hmm, mesti banget ya gue dateng?"
"Ya iyalah, biar ente kecipratan cepat wisuda dengan kami, lo lihat tuh, seangkatan kita dah pada wisuda ntar. Kan hitung-hitung jadi motivasimu biar lebih semangat lagi."
"Oke fine." mematikan sambungan telepon.
"Aaaaarrrgggghhhhhh..... " Teriak bathinnya seolah-olah telah menggrogoti sukma kalbunya. Kegalauan yang luar biasa menghampiri. "Gue, harus semangat, skripsi itu harus gue bantai segera." teriaknya dalm kamar kosan yang cuma berukuran 3x3 meter menggema seantero sudut ruangan yang berantakan.
Dengan semangat yang mengebu-gebu, Sho mencoba menyelesaikan skripsinya malam ini juga. Dan dengan sesautu yang bernama ilham ia mencoba merangkai kata-kata yang akan diukirnya dalam skripsi. Tetapi dia bingung, ternya yang namanya Ilham banyak sekali. Ada Muhammad Ilham, ada Ilham Spasi dan ada juga Ilham Sholehah #eh sholeh maksudnya. Dia diam sejenak, pikirannya terbang melayang, mencoba menggapai inspirasi dan perlahan-lahan jari-jarinya menyentuh keyboard komputernya.
Tak terasa sekarang sudah pukul 03.00 WIB, daya pandangnya hanya tinggal 5 watt saja, skripsinya sudah rampung, Ia teriak kegirangan dan berjingkrak-jingkrak ke segala arah.
"Brruuukkkk..." tiba-tiba jatuh tertidur di kasurnya. Zzzzzzzzz
Dengan semangat yang mengebu-gebu, Sho mencoba menyelesaikan skripsinya malam ini juga. Dan dengan sesautu yang bernama ilham ia mencoba merangkai kata-kata yang akan diukirnya dalam skripsi. Tetapi dia bingung, ternya yang namanya Ilham banyak sekali. Ada Muhammad Ilham, ada Ilham Spasi dan ada juga Ilham Sholehah #eh sholeh maksudnya. Dia diam sejenak, pikirannya terbang melayang, mencoba menggapai inspirasi dan perlahan-lahan jari-jarinya menyentuh keyboard komputernya.
Tak terasa sekarang sudah pukul 03.00 WIB, daya pandangnya hanya tinggal 5 watt saja, skripsinya sudah rampung, Ia teriak kegirangan dan berjingkrak-jingkrak ke segala arah.
"Brruuukkkk..." tiba-tiba jatuh tertidur di kasurnya. Zzzzzzzzz
Adzan subuh berkumandang, Sho yang sebenarnya masih mengantuk berat mencoba bangkit dari kubur #eh kasur dan segera membersihkan badannya dan beranjak untuk sholat jama'ah di Masjid terdekat. Dalam doanya, ia khusyuk sekali. "Ya Allah, ridhokanlah pertemuan hamba dengan dosen pembimbing hamba nanti, dengan kedatangan hamba menemuiny, ahamba ingin membuat surprise untuk dosen hamba Ya Allah. Aamiin."
Sho pun buru-buru kembali ke kosannya. Ia harus segera membereskan skripsinya yang ditinggal berantakan dan setelah itu ia berangkat ke kampusnya. Jarak kosan dengan kampusnya menhabiskan waktu satu jam dengan mengendaraoi sepeda motor. Ini lumayan jauh, karena Sho tidak memiliki pilihan lain, sejak beasiswa dari ortunya diputus karena Ia tak kunjung tamat kuliah, mau tidak-mau ia harus mencari uang untuk bertahan hidup. Dan jadilah ia memutuskan pindah kosan yang malah membuatnya jarang ke kampus dan hampir melupakan skripsinya.
Dalam perjalanan............
Di pertengahan jalan hujan menghampirinya tanpa sungkan apalagi salam dan dari detik ke detik semakin menggrogoti bajunya alias basah kuyup. Air pun tak lupa menggenangi jalanan sehingga ini membuatnya cukup was-was, Ia takut sepeda motornya ngambek di jalan lagi. dan..... saatnya benar adanya, motornya berhenti spontan di tengah jalan. Klakson mobil terus berdatangan. Ia menyingkirkan motornya ke tepi jalan. Hatinya hancur berkeping-keping, suaranya serak tak bersua dan tubuhnya lemas berkaku. "Ya Allah..." lirihnya.
Dalam tak berdayaan dirinya, ia mencoba sekali lagi men strater sepeda motornya. Dan "Alhamdulillah" teriaknya. Sepeda motornya dapat berjalan lagi. Dengan kehati-hatian ia mulai melanjutkan perjalanan. Beberapa titik kemacetan telah Ia lewati dengan penuh kesabaran. Mentari pun segera menyambutnya dan memberi kehangatan yang membuat pakaiannya menjadi kering kembali.
Sampailah Sho di depan kampusnya............
Ada yang membuatnya sedikit terusik ketika baru sampai di depan kampusnya tapi segera ia abaikan pikiran tersebut ketika Ia teringat akan semangatnya untuk wisuda. Tapi na-asnya sepatunya bermasalah, tapak sepatunya ingin melepaskan diri dengannya. "OMG, gimana nih, tapi ya sudahlah yang penting dah sampai kampus, setelah ini selesai ntar gue beli sepatu lagi."
Segeralah Ia mencoba menghubungi dosen pembimbing skripsinya."
"tuuutttt....tt........tuuuuutttt...." setelah panggilan telepon ke 5 barulah, telponnya diangkat.
"Hallo, siapa ini ya?"
"Saya Shony, Bu, Mahasiswa bimbingan Ibu. Hari ini Ibu ada di kampus kan? Saya mau memberikan skripsi saya Bu."
"........................." tidak ada jawaban dari telpon tersebut.
"Hallo Bu,, hallloooo" Sho bingung.
"Oh ya, Shony sejak kapan kamu serajin ini, apakah kamu tidak punya kalender dirumah, lihat tuh, ini hari apa?!
"Maksudnya Bu?" Sho bertambang bingung.
"Ini kan hari minggu, mana ada jadwal kuliah hari minggu, kamu ini ada-ada ya.... bla bla bla..." ceramah si dosen pempimbing skripsinya.
Sho ternyata sudah pingsan duluan.... Maksudnya memberi suprise kepada dosennya, Ia malah mendapatkan sebaliknya.
Bersambung ke Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n Part II
Sho pun buru-buru kembali ke kosannya. Ia harus segera membereskan skripsinya yang ditinggal berantakan dan setelah itu ia berangkat ke kampusnya. Jarak kosan dengan kampusnya menhabiskan waktu satu jam dengan mengendaraoi sepeda motor. Ini lumayan jauh, karena Sho tidak memiliki pilihan lain, sejak beasiswa dari ortunya diputus karena Ia tak kunjung tamat kuliah, mau tidak-mau ia harus mencari uang untuk bertahan hidup. Dan jadilah ia memutuskan pindah kosan yang malah membuatnya jarang ke kampus dan hampir melupakan skripsinya.
Dalam perjalanan............
Di pertengahan jalan hujan menghampirinya tanpa sungkan apalagi salam dan dari detik ke detik semakin menggrogoti bajunya alias basah kuyup. Air pun tak lupa menggenangi jalanan sehingga ini membuatnya cukup was-was, Ia takut sepeda motornya ngambek di jalan lagi. dan..... saatnya benar adanya, motornya berhenti spontan di tengah jalan. Klakson mobil terus berdatangan. Ia menyingkirkan motornya ke tepi jalan. Hatinya hancur berkeping-keping, suaranya serak tak bersua dan tubuhnya lemas berkaku. "Ya Allah..." lirihnya.
Dalam tak berdayaan dirinya, ia mencoba sekali lagi men strater sepeda motornya. Dan "Alhamdulillah" teriaknya. Sepeda motornya dapat berjalan lagi. Dengan kehati-hatian ia mulai melanjutkan perjalanan. Beberapa titik kemacetan telah Ia lewati dengan penuh kesabaran. Mentari pun segera menyambutnya dan memberi kehangatan yang membuat pakaiannya menjadi kering kembali.
Sampailah Sho di depan kampusnya............
Ada yang membuatnya sedikit terusik ketika baru sampai di depan kampusnya tapi segera ia abaikan pikiran tersebut ketika Ia teringat akan semangatnya untuk wisuda. Tapi na-asnya sepatunya bermasalah, tapak sepatunya ingin melepaskan diri dengannya. "OMG, gimana nih, tapi ya sudahlah yang penting dah sampai kampus, setelah ini selesai ntar gue beli sepatu lagi."
Segeralah Ia mencoba menghubungi dosen pembimbing skripsinya."
"tuuutttt....tt........tuuuuutttt...." setelah panggilan telepon ke 5 barulah, telponnya diangkat.
"Hallo, siapa ini ya?"
"Saya Shony, Bu, Mahasiswa bimbingan Ibu. Hari ini Ibu ada di kampus kan? Saya mau memberikan skripsi saya Bu."
"........................." tidak ada jawaban dari telpon tersebut.
"Hallo Bu,, hallloooo" Sho bingung.
"Oh ya, Shony sejak kapan kamu serajin ini, apakah kamu tidak punya kalender dirumah, lihat tuh, ini hari apa?!
"Maksudnya Bu?" Sho bertambang bingung.
"Ini kan hari minggu, mana ada jadwal kuliah hari minggu, kamu ini ada-ada ya.... bla bla bla..." ceramah si dosen pempimbing skripsinya.
Sho ternyata sudah pingsan duluan.... Maksudnya memberi suprise kepada dosennya, Ia malah mendapatkan sebaliknya.
Bersambung ke Diary Skripsi Mahasiswa O2 + n Part II

Emang oon ya si sho hahaha
BalasHapusSho = Shony adalah nama beken
Hapusnama aslinya ShonThoLoYo....
:D