Minggu, 09 Desember 2012

Pahlawan dalam Tanda Tanya (?)

Pahlawan, sebuah kata yang sederhana tetapi sangat syarat akan makna. Sebuah kata yang hanya tersandang oleh orang-orang yang berjasa. Sebuah kata yang telah teranum sejarah dalam dada. Sebuah kata yang tergema dalam dengar daun telinga. Dan ia hanya sebuah kata. Tetapi apakah itu Pahlawan?
        Kembali kita mencoba menggali ingatan kita pada sebuah peristiwa 10 November 1945. Peristiwa yang nantinya mendasari Hari Pahlawan. Sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dengan pasukan Belanda di Kota Surabaya. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia.
           Demi pengibaran bendera merah putih, banyak nyawa terenggut dengan bangga. Bangga akan sebuah perjuangan cita tanah air.  Ini bukanlah sekedar pengibaran biasa tetapi ini adalah bentuk cinta akan tanah air. Begitu besar perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan. Tidak terhitung jumlah para pejuang yang gugur di medan juang. Dan kini pada tahun 2012 sudah sampai ke 67 usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Ini mesih terlalu dini jika kita terlupa atas jasa-jasa para pahlawan bangsa.
Apakah gelar pahlawan itu hanya dapat disandangkan pada pahlawan masa lalu? Adakah pahlawan masa kini?
         Nah, disinilah kita harus kembali intropeksi diri, akan hal-hal apa saja yang telah kita perbuat pada negeri ini. Tentunya kita malu kepada para pendahulu yang telah menghadiahkan kemerdekan yang kita sia-siakan. Tetapi, kenyataannya sekarang adalah kebanyakan dari kita malah berlomba-lomba mencoreng muka bangsanya sendiri. Kasus korupsi tersiar di media manapun, cetak, elektronik dan sebagainya. Bukan itu saja, kasus kemiskinan, ketidakadilan terus berkoak-koak terdengar. Dan kasus korupsi ini yang paling menyakitkan hati. Bagaimana tidak, ini terjadi sebuah pemerintahan yang diyakini pastilah hanya orang-orang yang berkemampuan lebih yang bisa memasukinya. Ini sudah cukup membuktikan betapa mahalnya harga sebuah kejujuran. Sampai akhirnya dibentuklah sebuah lembaga resmi pemerintah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencoba menyingkap beberapa benalu dalam pemerintahan. KPK bagai oase ditengah carut-marutnya negeri ini. Terbukti untuk sekarang ini, beberapa kasus korupsi telah terungkap dan beberapa pejabat pemerintahan telah masuk bui. Walaupun terjadi kontraversi dalam menanggapi lembaga ini, marilah kita tetap menyemangati dan mengawasi KPK agar tetap di jalur lurus sesuai dengan amanah yang diembannya.
          Ada juga berita yang santer terdengar adalah terpilihnya Jokowi sebagai pemimpin ibukota negara ini. Harapan penduduk kota Jakarta terpangku dalam pundak kepemimpinannya. Jakarta yang sebagai wajah negara Indonesia tersebut akankah dapat dirubah menjadi sosok yang menawan dan gagah. Semua harapan dan cita-cita seolah-olah pada dirinyalah yang akan mewujudkannya. Jakarta bebas macet, Jakarta bebas banjir dan banyak permasalahan Jakarta yang dengan kepemimpinannya, ia mencoba mengatasi. Tetapi semua itu tidak akan terwujud jika tidak ada kerja sama yang baik antara pemimpin dan rakyat yang dipimpin.
       Kembali lagi ke dalam kasus korupsi, Dahlan Iskan juga termasuk tokoh yang sedang hangat-hangatnya diberitakan. Dahlan vs DPR itu yang tersiar di televisi. Dahlan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal sebagai tokoh yang bersahaja ini terlibat pada kasus korupsi. Dahlan mencoba membuktikan beberapa kasus tidak suap yang terjadi dalam pemerintahan.
       Disengaja atau tidak, kedua tokoh diatas adalah tokoh independen (non-politik). Hal ini membuat masyarakat pro dan kontra menilai kinerja mereka. Ada yang memandang positif dan memberikan apresiasi penuh kepada mereka, ada juga yang beranggapan bahwa tokoh tersebut hanyalah mencari popularitas semata. Serta ada yang tidak peduli sama sekali. Dengan adanya hal ini, cukuplah kita sebagai rakyat Indonesia, mendoakan agar KPK, Jokowi dan Dahlan serta tokoh-tokoh lainnya yang memperjuangkan kejujuran tersebut menjalankan amanahnya dengan baik.
           Sampai detik ini kita mesih menunggu sosok pahlawan sejati untuk memperbaiki bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi, maju dan tentunya bermoral. Adakah sosok pahlawan yang akan mengharumkan bangsa ini? Adakah kita tertasuk sosok pahlawan tersebut? Marilah kita tanyakan pada diri. Sesosok Pahlawan dalam tanda tanya (?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar