Pahlawan, sebuah kata yang sederhana tetapi sangat
syarat akan makna. Sebuah kata yang hanya tersandang oleh orang-orang yang
berjasa. Sebuah kata yang telah teranum sejarah dalam dada. Sebuah kata yang
tergema dalam dengar daun telinga. Dan ia hanya sebuah kata. Tetapi apakah itu
Pahlawan?
Kembali
kita mencoba menggali ingatan kita pada sebuah peristiwa 10 November 1945. Peristiwa
yang nantinya mendasari Hari Pahlawan. Sejarah perang antara pihak tentara
Indonesia dengan pasukan Belanda di Kota Surabaya. Pertempuran ini adalah
perang pertama pasukan indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi
Kemerdekan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah
Revolusi Nasional Indonesia.
Demi
pengibaran bendera merah putih, banyak nyawa terenggut dengan bangga. Bangga
akan sebuah perjuangan cita tanah air. Ini
bukanlah sekedar pengibaran biasa tetapi ini adalah bentuk cinta akan tanah air.
Begitu besar perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan. Tidak terhitung
jumlah para pejuang yang gugur di medan juang. Dan kini pada tahun 2012 sudah
sampai ke 67 usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Ini mesih terlalu dini jika
kita terlupa atas jasa-jasa para pahlawan bangsa.
Apakah gelar pahlawan itu hanya dapat
disandangkan pada pahlawan masa lalu? Adakah pahlawan masa kini?
Nah,
disinilah kita harus kembali intropeksi diri, akan hal-hal apa saja yang telah
kita perbuat pada negeri ini. Tentunya kita malu kepada para pendahulu yang
telah menghadiahkan kemerdekan yang kita sia-siakan. Tetapi, kenyataannya
sekarang adalah kebanyakan dari kita malah berlomba-lomba mencoreng muka bangsanya
sendiri. Kasus korupsi tersiar di media manapun, cetak, elektronik dan
sebagainya. Bukan itu saja, kasus kemiskinan, ketidakadilan terus berkoak-koak
terdengar. Dan kasus korupsi ini yang paling menyakitkan hati. Bagaimana tidak,
ini terjadi sebuah pemerintahan yang diyakini pastilah hanya orang-orang yang
berkemampuan lebih yang bisa memasukinya. Ini sudah cukup membuktikan betapa
mahalnya harga sebuah kejujuran. Sampai akhirnya dibentuklah sebuah lembaga
resmi pemerintah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencoba menyingkap
beberapa benalu dalam pemerintahan. KPK bagai oase ditengah carut-marutnya
negeri ini. Terbukti untuk sekarang ini, beberapa kasus korupsi telah terungkap
dan beberapa pejabat pemerintahan telah masuk bui. Walaupun terjadi
kontraversi dalam menanggapi lembaga ini, marilah kita tetap menyemangati dan
mengawasi KPK agar tetap di jalur lurus sesuai dengan amanah yang diembannya.
Ada
juga berita yang santer terdengar adalah terpilihnya Jokowi sebagai
pemimpin ibukota negara ini. Harapan penduduk kota Jakarta terpangku dalam
pundak kepemimpinannya. Jakarta yang sebagai wajah negara Indonesia tersebut
akankah dapat dirubah menjadi sosok yang menawan dan gagah. Semua harapan dan
cita-cita seolah-olah pada dirinyalah yang akan mewujudkannya. Jakarta bebas
macet, Jakarta bebas banjir dan banyak permasalahan Jakarta yang dengan
kepemimpinannya, ia mencoba mengatasi. Tetapi semua itu tidak akan terwujud
jika tidak ada kerja sama yang baik antara pemimpin dan rakyat yang dipimpin.
Kembali
lagi ke dalam kasus korupsi, Dahlan Iskan juga termasuk tokoh yang sedang
hangat-hangatnya diberitakan. Dahlan vs DPR itu yang tersiar di
televisi. Dahlan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikenal
sebagai tokoh yang bersahaja ini terlibat pada kasus korupsi. Dahlan mencoba
membuktikan beberapa kasus tidak suap yang terjadi dalam pemerintahan.
Disengaja
atau tidak, kedua tokoh diatas adalah tokoh independen (non-politik). Hal ini
membuat masyarakat pro dan kontra menilai kinerja mereka. Ada yang memandang
positif dan memberikan apresiasi penuh kepada mereka, ada juga yang beranggapan
bahwa tokoh tersebut hanyalah mencari popularitas semata. Serta ada yang tidak
peduli sama sekali. Dengan adanya hal ini, cukuplah kita sebagai rakyat
Indonesia, mendoakan agar KPK, Jokowi dan Dahlan serta tokoh-tokoh lainnya yang
memperjuangkan kejujuran tersebut menjalankan amanahnya dengan baik.
Sampai
detik ini kita mesih menunggu sosok pahlawan sejati untuk memperbaiki bangsa
Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi, maju dan tentunya bermoral.
Adakah sosok pahlawan yang akan mengharumkan bangsa ini? Adakah kita tertasuk
sosok pahlawan tersebut? Marilah kita tanyakan pada diri. Sesosok Pahlawan
dalam tanda tanya (?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar